Bagaimana wartawan mencari berita?

Sebelum terjun ke media massa, saya juga sempat terperangah dengan berbagai berita dan laporan yang muncul baik di media elektronik atau cetak. Bagaimana jurnalis ini bisa tahun berita ini dan itu ? Pertanyaan ini pernah disampaikan oleh salah seorang pembaca blog ini.

Setelah terjun kedalam media massa dimulai dari koran Kompas, secara perlahan mengetahui bagaimana wartawan mengetahui semua berita hari itu. Namun dalam pengalaman, bisa saja satu media “kecolongan” tidak dapat meliput, namun sore atau malam hari dicarinya berita yang keluar di radio atau televisi untuk keperluan surat kabar misalnya.

Ada beberapa cara berita itu diperoleh oleh wartawan.

1. Jadwal acara pejabat/lembaga

Setiap pejabat tinggi mulai presiden sampai dengan para menteri dan dibawahnya memiliki jadwal acara yang sudah disusun. Rapat kabinet misalnya biasa berlangsung hari Rabu untuk Polkam dan Sosial untuk hari Kamis. Ini tentu saja tergantung presidennya. Dalam rapat itu para wartawan bisa menebak agendanya. Atau kalau ada bocoran dari dalam bisa tahu apa yang diperdebatkan di dalamnya. Jadwal acara adalah hal utama dalam liputan setiap media. Tim jurnalis tinggal datang dan mengembangkan beritanya.

Selengkapnya baca Journalis-Adventure.

Eight essential questions for your career

Berkarir di bidang jurnalistik seperti bidang lainnya menuntut kesungguhan. Anda tidak bisa setengah-setengah. Kesalahan banyak dari jurnalis adalah tidak bermain dalam istilah sepakbola “total football”. Anda tidak menguasai berbagai bidang yang menjadi garapan Anda. Misalnya, jika anda seorang reporter di lapangan, tidak mengembangkan tips dan trick untuk mendapatkan “breaking news” atau “scoop” sehingga Anda bisa menjadi leading dalam pemberitaan.

Saya teringat ketika liputan di Jakarta tahun 2002, setelah pemboman Bali semua mata tertuju untuk memburu pelakunya. Siapa pelaku pemboman yang menewaskan 202 orang itu ? Kantor berita lalu meramaikan bahwa seorang pelakunya telah tertangkap di Jawa Timur. Informasi ini bersumber dari polisi di Surabaya namun kemudian ditarik lagi karena alasan tidak jelas. Nah, media semua bergegas membongkar siapa orang itu ? Jika Anda memiliki akses ke kepolisian, maka disinilah waktunya mendapatkan “breaking news”. Nilainya sangat besar karena akan merupakan catatan perjalanan karir Anda.

Ketika saya mewawancara Aung San Suu Kyi di kediamannya di Rangoon di tengah 200-an wartawan yang berburu untuk menemuinya, inilah adalah sebuah kenangan yang tidak terlupakan. Cara dan pendekatan untuk menemui nara sumber memberikan bahan bagi liputan mendatang.

Salah seorang pakar pengembangan karir, Brian Trarcy memberikan rumusan menarik bagaimana Anda sekarang menyusun strategi karir. Dia menjelaskan ada delapan pertanyaan yang harus dijawab.

Pertama, Values. Dalam karir di bidang jurnalistik, karir, kualitas dan sikap apa yang merupakan hal penting? Ini tentu saja berkaitan dengan nilai-nilai seorang jurnalis yang mencari kebenaran. Fakta dan data yang disampaika melalui media Anda merupakan kredo bagi seorang jurnalis. Tidak hanya fakta yang berimbang tetapi juga penyajian yang cepat dan akurat. Jurnalis adalah penyambung informasi kepada masyarakat sekaligus melakukan pendidikan kepada masyarakat. Bayangkan jurnalis tidak hanya di sekitar kantor Anda, tetapi citrakan bahwa karir jurnalis ditempuh berbagai orang dan berbagai keahlian di mancanegara mulai dari Amerika Serikat sampai dengan Indonesia. Belajarlah dari mereka mengenai nilai-nilai dalam karir jurnalistik.

Kedua, Visi. Apa visi Anda dalam lima tahun ke depan. Jika posisi Anda sudah baik apakah bisa lebih baik lagi? Apakah Anda hanya akan bekerja secara rutin sebagai jurnalis dengan posisi reporter atau editor ? Bayangkan kontribusi Anda untuk kemanusiaan? Apakah hanya sumbangsih anda lima tahun ke depan terbatas pada kebutuhan keluarga, kebutuhan keuangan atau lebih dari itu? Visualisasi ini penting untuk menyusun strategi bagi karir Anda. Baca selanjutnya.

Lowongan untuk editor online

Saya mendapatkan informasi dari sebuah milis. Jika Anda berminat silahkan layangkan surat lamaran atau ada teman Anda juga ingin bergabung.

Media Online yang secara khusus mengangkat topik Wirausaha & Waralaba
membutuhkan:

CONTENT EDITOR

Lingkup kerja:
1. Editing dan menyunting naskah yang akan ditampilkan di situs
2. Menulis artikel/naskah yang berhubungan dengan topik bisnis
3. Melakukan wawancara, peliputan berita & foto
4. Mengelola kontak dengan kontributor/ jurnalis
5. Tugas redaksional lainnya2

Kualifikasi: Silahkan cek selengkapnya di Journalist’s Adventure edisi baru.