Pengalaman di Kuwait pasca Perang Teluk 1991

Tulisan saya bersama wartawan senior Kompas M. Sjafe’i Hassanbasari di Kuwait merupakan salah satu karya jurnalistik ke daerah pasca perang. Barangkali menarik mengenai cara pelaporannya.

LIMA HARI SETELAH KUWAIT DIBEBASKAN

*Lima jam di Kuwait City (1)

 

Pengantar Redaksi

Wartawan Kompas M. Sjafe’i Hassanbasari dan Asep Setiawan tanggal 4 Maret 1991 bersempatan melihat-lihat Kuwait City, ibu kota Kuwait, setelah dibebaskan pasukan multinasional. Kesan-kesannya akan diturunkan lewat tulisan berikut.

TEPAT dua jam setelah terbang dari Riyadh, ibu kota Arab Saudi, pesawat militer Hercules C-130 milik Royal Saudi Air Force mendarat mulus di bandara udara Kuwait City Senin pagi (4/3). Jam menunjukkan pukul 09.00 waktu setempat. Tanpa diduga, sepasang penumpang yang juga terbang bersama kami ternyata Paul Findley dan istri, pengarang buku They Dare to Speak yang sudah diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia Mereka Berani Bicara. Buku ini mengungkapkan seluk-beluk lobi Yahudi yang banyak mempengaruhi kebijakan AS mengenai masalah Timur Tengah, sehingga ia tidak disukai oleh Pemerintah Israel dan kaum Yahudi di AS karena kecamannya itu. Mantan anggota Kongres AS dari Illinois sekitar 20 tahun dan juga kolumnis ini juga ingin melihat dari dekat suasana di Kuwait setelah dibebaskan dari pendudukan Irak.

 

Begitu keluar dari pesawat terasa perpaduan antara sengatan matahari dan tiupan angin dingin yang menusuk kulit. Aroma perang masih keras tercium. Di bandara yang kini hanya berfungsi sebagai pangkalan militer terpancar suasana mencekam, tapi keadaannya tidak seperti yang dibayangkan semula. Ternyata keadaan bandara relatif masih utuh. Kerusakan berat hanya menimpa menara pengatur lalu lintas udara dan bangunan ruang tunggu penumpang yang berantakan, sedangkan landasan pacu berkondisi baik. Pada suatu sudut ada bangkai dua pesawat komersial. Sebuah pesawat B-747 milik British Airways hanya tinggal bagian ekor bergambar logo maskapai penerbangan ini, dan di sampingnya ada reruntuhan pesawat DC-9 milik Kuwait Airways yang hanya berupa gundukan logam.

Selama penerbangan dengan pesawat pengangkut militer yang dimodifikasi seperti pesawat komersial, sejauh-jauh mata memandang nun di bawah sana hanya padang pasir gersang berwarna coklat muda. Loreng warna coklat muda itu pula yang menjadi pakaian tempur pasukan multinasional. Sandi yang digunakan pun dikaitkan dengan padang pasir, yaitu “Desert Shield (Perisai Padang Pasir)” semasa Krisis Teluk, kemudian diubah menjadi “Desert Storm” (Badai Padang Pasir) setelah krisis meningkat menjadi perang.

Begitu mendekati wilayah Kuwait, udara di luar seperti berkabut. Asap hitam dari sumur minyak yang terbakar membubung tinggi ke udara membentuk payung raksasa. Kobaran api ratusan sumur minyak terbakar itu tampak jelas dari jendela pesawat. Sulit membayangkan bagaimana mematikan api yang berkobar-kobar, walaupun dari udara tampak seperti lilin-lilin kecil. Sumber daya alam yang menjadi salah satu faktor penyebab perang itu terbuang percuma. Emas hitam yang seharusnya dimanfaatkan untuk kemaslahatan dan kesejahteraan umat manusia dirusak, sehingga meracuni lingkungan hidup.

Jika dari ladang minyak yang kecil saja sudah begitu banyak asap yang mengakibatkan udara seperti mendung, tidak dapat dibayangkan keadaan udara di sekitar ladang-ladang utama minyak Kuwait. Pernah disiarkan foto yang menggambarkan udara di seberang kota perbatasan Khafji pada siang hari. Matahari tertutup oleh asap hitam yang tebal. Kota kecil Arab Saudi dekat perbatasan Kuwait ini sempat dikuasai beberapa hari oleh tentara Irak sehingga memberikan dampak psikologis yang mencuatkan tentang suatu ketangguhan.

    ***

SEBELUM berangkat ke Kuwait dari Riyadh Conference Palace tempat kami menginap, pejabat Kementerian Penerangan Arab Saudi dan Protokol Kerajaan yang mengatur perjalanan menyarankan kepada para wartawan untuk membawa bekal seperti air, roti, dan buah-buahan.

 

“Di Kuwait tidak ada makanan. Tentara Irak telah mencuri semua yang ada di Kuwait. Mereka telah mengangkutnya ke negaranya,” seloroh Nabil Murad, staf Kementerian Penerangan yang mengantar rombongan.

 

Rombongan wartawan Indonesia berjumlah enam orang, yakni dua dari Kompas, dan masing-masing satu orang dari Pelita, Berita Buana, Harian Terbit, dan Media Dakwah. Dari Malaysia empat orang wartawan terdiri dari tiga personel RTM dan seorang dari kantor berita Bernama.

 

Di bandara Kuwait City yang lengang, bahaya masih mengintip. Kami diingatkan tetap berhati-hati karena masih banyak ranjau. Tentara multinasional dari kontingen Amerika dan Inggris tampak siaga walaupun terkesan lebih santai. Tidak ada seorang sipil pun berada di lokasi vital ini. Semuanya serba militer. Di dekat sebuah truk militer yang diduga merupakan kendaraan komunikasi, seorang tentara AS kulit hitam sedang mencuci pakaian. Kelelahan masih terbayang di wajahnya, tapi ia membalas sapaan dengan ekspresi ceria sambil mengacungkan jari membentuk huruf “V” (Victory).

Puluhan helikopter tempur Apache dan jenis lainnya serta pesawat transpor Hercules berjejer. Sementara itu beberapa helikopter mengadakan patroli dari udara, dan di seberang lain sebuah jip militer AS yang dilengkapi senjata mesin mengadakan patroli mengitari bandara. Suasananya betul-betul masih mencekam.

 

Sebuah hanggar besar miliki Kuwait Airways bagian atas dan bagian sampingnya hancur, mungkin bekas bom yang dijatuhkan dari pesawat multinasional. Pecahan kaca dan peralatan kantor berserakan. Dari kenyataan yang ada, tampaknya serangan udara kekuatan multinasional untuk merebut bandara cukup akurat. Kerusakan diupayakan seminimal mungkin, terbukti dari tetap mulusnya landasan pacu di bandara. Di tempat parkir mobil di luar bandara, pemandangan yang pertama terlihat adalah belasan mobil sedan yang dihancurkan tentara Irak pada serangan tanggal 2 Agustus 1990.

Di jalan aspal berserakan kelongsongan peluru maupun peluru-peluru yang belum terpakai. Pada suatu sudut taman ada sebuah lubang perlindungan bekas tentara Irak mengawasi jalan masuk ke bandara
udara.

    ***

DALAM situasi lepas perang, memang kita harus sudah mengantisipasi segala kemungkinan termasuk peluang untuk bisa melihat dari dekat Kuwait City. Karena itu wajar kalau semula ada rasa pesimis mendapatkan kendaraan yang bisa mengangkut kami ke kota. Alhamdullilah, setelah sekitar satu jam menunggu akhirnya Nabil berhasil mendapatkan mobil pick-up bak terbuka dengan persediaan lima jerigen bensin. Seorang pengawal bersenjata M-16, Kapten Angkatan Udara Kuwait bernama Al Adwani mengantar rombongan wartawan dari dua negara serumpun berkeliling ke seluruh penjuru Kuwait City. Ketika Irak menyerbu Kuwait 2 Agustus 1990, penerbang helikopter antitank ini sempat menyelamatkan sebuah pesawat helikopter ke wilayah Arab Saudi. Ia kemudian mendapat gemblengan baru ilmu perang sehingga rasa percaya diri tetap terpelihara. Tapi ia sama sekali tidak berkomentar mengapa banyak satuan militer Kuwait yang melarikan diri.

 

Memasuki ibu kota Kuwait, suasana mencekam semakin terasa. Kota modern yang sebelumnya terkenal bersih ini tidak terawat, namun keadaannya dapat dikatakan masih utuh walaupun di sana-sini tampak gedung-gedung yang hancur atau bekas terbakar. Toko-toko tutup dan kehidupan kota masih sangat terbatas. Ada sebuah restoran yang buka tapi tidak jelas apakah sudah berfungsi karena tidak tampak ada pengunjung. Bangkai mobil-mobil mewah di kiri-kanan jalan menjadi saksi mati kisah yang menyedihkan. Di pelataran sebuah toko mobil yang gedungnya hangus terbakar, tampak belasan mobil yang hancur. Sebagian besar dari mobil yang bergelimpangan itu bannya atau bagian penting lainnya telah dipreteli. Tidak begitu jelas apakah mobil yang ringsek itu akibat serangan udara atau sengaja dirusak.

 

Di sebuah jalan simpang, Al Adwani menunjukan sebuah mobil yang jatuh dari atas jalan layang. “Itu perbuatan tentara Irak,” katanya, sambil menunjuk tempat yang pernah menjadi check point tentara Irak.

 

Kini, di tiap persimpangan ada pos pemeriksaan oleh anggota pasukan multinasional atau tentara Kuwait dibantu para sukarelawan bersenjata. Para sukarelawan ini terdiri dari anggota perlawanan

 

Kuwait semasa pendudukan Irak. Mereka umumnya mahasiswa dan pemuda. Di salah satu bagian kota ada sekelompok orang yang duduk di tanah dijaga petugas karena identitas mereka diragukan. Tindakan pembersihan terhadap anasir pro-Irak memang tengah dilancarkan. Seperti diungkapkan Adwani, warga Palestina yang pro-Irak dan mereka yang bekerja sama dengan tentara pendudukan, kini diuber.

 

Bendera Kuwait muncul kembali di mana-mana. Bahkan di depan sebuah rumah tergantung bendera Kuwait dalam ukuran sangat besar. Di rumah lainnya terpampang foto Emir Kuwait Sheikh Jaber al-Ahmad al-Sabah dan Putra Mahkota Sheikh Saad Abdullah al Sabah. Putra Mahkota ini bersama sejumlah pemimpin lainnya tiba kembali di tanah airnya dari pengasingan di Arab Saudi, setelah kami kembali ke Riyadh.

Berkat pengawalan Kapten Al Adwani, rombongan kami bebas dari pemeriksaan dan petugas pemeriksa mengucapkan salam atau mengacungkan tangan membentuk huruf “V” (kemenangan). Salam kemenangan ini juga dilontarkan oleh penumpang mobil pribadi yang sudah mulai banyak berlalu-lalang. Mereka hanya putar-putar keliling kota untuk melampiaskan kegembiraan. Di setiap pompa bensin terdapat antrean panjang mobil pribadi warga Kuwait City.

 

Al Adwani menunjukan sebuah tugu yang sebelumnya ditempeli foto Presiden Irak Saddam Hussein. “Dulu ada foto Saddam, tetapi dicopot oleh tentara perlawanan Kuwait,” ujar Adwani. Di sebuah ladang pertanian modern, persis di pintu sebelah kiri masih terpampang dua gambar Saddam yang sudah robek sebagian. Uniknya, menjelang pintu masuk terdapat gambar Sheikh Jaber al-Ahmad al-Sabah.

 

Mobil kami berpapasan dengan truk yang ditumpangi sejumlah pekerja asal Mesir. Mereka membawa gambar Presiden Mesir Hosni Mubarak dan bendera Kuwait. Di sebuah jalan ada dua pria berjalan kaki; yang seorang membawa gambar Mubarak sedangkan yang lainnya membawa bendera Kuwait. Ini merupakan ungkapan persahabatan dari warga Mesir yang bekerja di Kuwait, atau juga kebanggaan atas peran Mesir dalam pembebasan Kuwait. *** (bersambung)

Iklan

Bagi Anda yang berminat terjun menjadi wartawan cetak, Harian Republika membuka peluang bagi Anda. Cepat bergerak karena batas waktu pengiriman tangal 4 Januari !

Dibutuhkan Segera Reporter (REP)
Syarat-syarat:
-pria/wanita usia maksimum 26 tahun
-belum menikah (dinyatakan dengan surat)
-pendidikan S1 semua jurusan
-IPK minimum 3,0 (ilmu sosial) dan 2,75 (ilmu eksakta)
-fresh graduate
-fasih berbahasa Inggris lisan dan tulisan
-Menguasai salah satu bahasa asing lain (Arab, Perancis, Mandarin, Jerman, Jepang)
-menyukai tantangan
-berpengalaman di organisasi sosial atau organisasi kemahasiswaan
-menyertakan pasfoto terbaru berwarna 3×4 sebanyak 2 lembar
kirimkan surat lamaran beserta CV ke:

Divisi SDM Harian Umum Republika
Jalan Warung Buncit Raya No 37 Jakarta 12510

Lamaran paling lambat 4 Januari 2007.

Cantumkan kode lamaran di kiri atas amplop.

Persiapan jurnalistik tahun 2007

Apa saja yang perlu dipersiapkan bagi seorang jurnalis di tahun 2007 ?  Adalah waktu yang tepat pekan ini untuk mengkalkulasikan apa saja yang pernah dicapai dan apa yang belum serta bagaimana meningkatkan kinerja profesionalnya.

Sebagian dari kalangan jurnalis mungkin sudah bekerja satu atau dua tahun sebagian lain mungkin lebih dari 5 tahun dan ada pula lebih dari 10 tahun. Untuk meningkatkan kemampuan secara terus menerus perlu ada persiapan khususnya di akhir tahun ini.

Beberapa tips mungkin bermanfaat bagi mereka yang sudah berkecimpung dalam peliputan, editorial atau memimpin tim kerja di media cetak atau elektronik.

1. Langkah yang baik untuk mencapai pengembangan diri adalah menuliskan minimal 10 hal yang Anda ingin capai dalam karir di bidang jurnalistik. Bagi seorang reporter mungkin ingin mengembangkan diri menjadi wakil editor atau langsung menjadi editor. Bagi editor mungkin berminat naik kedalam peran sebagai wakil redaktur pelaksana atau redaktur pelaksana. Prinsipnya apapun posisi kita seharusnya berkembang terus sesuai dengan kemajuan waktu. Pilih sepuluh hal yang kita akan capai misalnya: menyempurnakan teknik penulisan laporan, mendalami peliputan di lapangan, menggarap pelaporan investigatif, mengembangkan penulisan feature, memulai menulis mengenai analisis berita dsb.

2. Buatlah dari sepuluh hal sasaran itu menjadi program 12 bulan. Rincilah kedalam langkah-langkah setiap bulan, catat dalam rencana tahunan Anda dan kemudian dirinci lebih detil kedalam program mingguan. Jangan sungkan untuk menuliskannya supaya bisa dimodifikasi setiap waktu.

3. Di bidang pengembangan kemampuan, targetkan juga peningkatan kursus atau sekolah. Jika memiliki ijin, ikuti kursus spesialis di bidang bahasa, manajemen media atau teknik-teknik penulisan dan peliputan di lapangan dari wartwan senior. Dalam istilah manajer, jika seorang profesional tidak mendapatkan ilmu baru dalam 6 bulan berarti sudah mundur 6 bulan. Kursus bisa tertulis atau diambil di waktu libur. Yang jelas khususnya waktu untuk menambah spesialisasi, jangan biarkan waktu berlalu hanya di bidang tertent, misalnya liputan di DPR saja atau di Istana saja sampai bertahun-tahun.

4.  Perluas jaringan Anda. Sudah menjadi semacam kebiasaan di sebagian kalangan profesional, networking adalah pilar kemajuan dalam karir.Carilah teman di dunia yang sama yakni di televisi, radio, surat kabar atau majalah baik dalam maupun luar negeri. Kalau ada wartawan asing datang ke Indonesia, waktunya untuk membuat perkenalan dan belajar dari langkah-langkah mereka.  Berbagai kantor berita asing ada di Jakarta.  Dengan sendirinya, kemampuan berbahasan harus senantiasa diasah.

Saya kira banyak hal yang bisa dikembangkan untuk tahun 2007. Banyak peluang di depan mata kita, dan segera raihlah. Jangan takut gagal. Gagal adalah sukses tertunda.

Tips mempersiapkan lamaran ke media

Sebenarnya, situs ini diarahkan bagi mereka yang sudah masuk ke media massa untuk lebih mengasah kualifikasi di bidang jurnalistik. Beberapa pengalaman saya meliput di dalam dan luar negeri juga sudah sebagian dimasukkan. Namun selain sharing pengalaman juga membuka peluang bagi mereka yang sangat tertarik untuk meniti karir di dunia jurnalistik.

Asal tahu saja bahwa karir di jurnalistik, sama seperti karir di bidang lain mengandung risiko dan peluang. Risiko yang harus di tanggung tidak hanya keluar tapi juga kedalam.  Keluar artinya kepada nara sumber dan sumber berita dimana kadang-kadang harus menghadapi risko berbahaya mulai dari kecaman, ancaman, penganiayaan sampai kepada sesuatu yang mengancam nyawa. Jika terkait karena sikap tidak senang dan cercaan mungkin hanya sebentar saja tetapi kalau sampai ancaman nyawa, urusannya bisa berkaitan dengan polisi.

Dari dalam maksudnya, ada kasus-kasus dimana seorang personil di dalam redaksi bentrok dengan atasan dan rekan sekerja. Perbedaan pendapat ini bisa berujung kepada pertikaian apabila masing-masing ngotot. Seorang jurnalist profesional mestinya melihat konteks masalahnya. Kecuai jurnalist ini menjadi aktivis dunia wartawan yang memperjuangkan kebenara di dunia karyawan, menuntut pembagian saham dan mengkritik kebijakan perusahaan, maka ini bagian dari tantangan ke dalam dan mungkin perlu pembahasan khusus mengenai jurnalist yang aktivis dan jurnalist yang mengejar kualitas dalam pembertiaan. Keduanya hadir dalam dunia jurnalistik dan bisa juga kedua nya memiliki posisi sama pentingnya.

Nah bagi rekan-rekan yang masuk dunia jurnalistik, tidaklah mudah. Setelah berada di dalam juga tidak mudah menyesuaikan dan menitit jenjang karir. Namun kita akan membahas beberap tips penting saat mempersiapkan diri memasuki sebuah perusahaan media.

1. Sempurnakan CV Anda. Sebuah daftar riwayat hidup adalah jendela bagi orang luar untuk menengok siapa diri Anda. CV adalah sebuah ayunan tangan untuk berjabat tangan dengan orang lain. Ayunan tangan yang hangat serta jabat tangan erat menandakan keinginan bersahabat. Oleh karena itu tampilkan sebuah CV yang menjadikan Anda hangat dimata orang lain. Anda menjadi orang yang berharga untuk dijadikan mitra profesional untuk membangun keberhasilan media yang menjadi tujuan Anda. CV adalah wujud persofinikasi pribadi dan warna dari sosok profesionalitas Anda. CV yang penuh dengan coretan dan koreksi, salah ketik nama dan alamat serta rincian yang penuh dengan koreksian menandakan Anda tidak menghormati mereka yang membaca CV Anda. Dengan kata lain, Anda tidak tampil dengan pakaian yang santun.

2. CV yang lengkap akan memberikan rasa senang dan keingintahunan dari lembaga media. Oleh karena itu, siapkan sosok dalam CV itu untuk tampil seperti yang diminat dalam daftar riwayat hidup Anda. Perhatian rincian dan pengalaman Anda, jika ditanya maka Anda dengan mudah bisa menjawab. Tulisan Anda misalnya kalau dilampirkan, jelaskan konteksnya dan bagaimana Anda bisa mencapai kesimpulan seperti itu.

3. Siapkan psikotest. Setiap perusahaan yang menerima karyawan akan menyediakan tes psikotes. Pengalaman saya, banyak soal-soal psikotes dijual umum. Bisa dicoba supaya Anda tidak kaget. Biasanya ada tes kepribadian, tes IQ dan tes kemampuan. Bentuknya sekarang lebih beraneka ragam dan canggih. Namun setahu saya ada standar dalam tes itu. Misalnya jika Anda disuruh menggambar manusia, buatlah gambar manusia itu sedang bergerak aktif seperti sedang berlari, sedang berjalan. Jangan buat manusia yang berdiri termangu. Atau jika membuat pohon, buatlah pohon yang ada buahnya, tinggi besar dan penuh dengan daun lebat. Contohnya pohon mangga, pohon rambutan. Sebaiknya tidak menggambar pohon cabe rawit, karena katanya pohon yang rimbun dan penuh buah tandanya Anda memang kreatif. Itu kata psikolog.

4. Siapkan juga kalau Anda tiba-tiba dipanggil wawancara. Ada dua macam wawancara, yaitu wawancara dengan psikolog untuk mengetahui potensi Anda dan wawancara dengan pemilik dan staf redaksi untuk mengetahui pengalaman dan visi Anda. Intinya Anda seharusnya menyatakan sikap seperti ini: Anda layak diberi kesempatan bergabung karena pengalaman dan potensi Anda di dunia media. Atau kalau Anda belum pengalaman, antusiasme, semangat berjuang, fleksibilitas bergaul, keteguhan Anda, fisik yang prima dan latar belakang pendidikan bisa membuat Anda berharga untuk direkrut. Banyak buku menjelaskan teknik wawancara. Satu hal yang pasti, aktiflah dalam wawancara dan buatlah orang yang mewawancarai menjadi enak dalam obrolannya.

Ada banyak tips lebih rinci, namun bagi yang akan mempersiapkan diri masuk media, beberapa poin itu cukup penting.

Situs lowongan kerja TransTV

Mumpung masih hangat dan masih ada waktu satu dua hari ini, program lowongan di Trans TV-TV7 ini bisa Anda klik di  http://www.transcorp.co.id/. Kemudian silahkan klik bagian atasnya dan Anda akan terhubung dengan keterangan dan cara memasukkan lamarannya.

 Berikut ini sebagian keterangan dari situs tersebut.

About BDP   

Broadcaster Development program (BDP) is a program to educate and develop fresh graduates to be highly qualified broadcasters. It is a commitment from the Board of commissioners and Directors to conduct an annual regular program for them and has been done for 6 batches starting in 2001. From this program, we already create and provide capable and skilful individuals in the area of broadcasting. It is already proven that many of our employees (from BDP graduates) are working in other TV stations either local or international, and occupy good position.   Starting this year TV7 join Trans TV. Since then, we have more young people to be trained.    

BDP RECRUITMENT STAGES Selection of Administration Only applicants who meet our recruitment are selected.  Selection Test First Test: General Knowledge and English tests Second test: Psychological Tests If you fail the first test, you cannot continue to the second test If you fail the second test you cannot continue the interview process. Interview with HC & User There are several interview sessions. First, you will be interviewed by HC and then you will be referred to user. Interview with user can be one or more.  Medical Test BDP Training Program Placement of Position 

BDP TRAINING STAGES  It is a 9 months intensive program which consists of 3 steps: STEP ONE (Training Program)  – General Training Program – Specialized training Program – On the Job Training STEP TWO (Contract Employees)  – A six months contract program – Special assignment

STEP THREE (Permanent Employees)  – Permanent Assignment   Every step will be carefully evaluated by a team of evaluator and will be terminated if they failed.