Alat perekam mobile

Mulai edisi ini, Anda akan saya ajak juga melengkapi informasi mengenai peralatan dan gadget untuk kerja jurnalistik. Informasi ini diambil dari beberapa situs teknologi. Namun fokusnya adalah bagaimana menunjang kerja jurnalistik seperti alat rekam, penyimpan data, laptop, kamera dan tenu saja mobile phone. Semoga bermanfaat. Produk ini akan meluncur bulan Oktober dilepas dengan harga US Dollar 130.

Recorder

Selengkapnya: http://www.reghardware.co.uk/2006/09/04/sandisk_v-mate/

Lowongan untuk reporter

Sekali lagi peluang untuk menjadi wartawan. Iklan ini dimuat tanggal 26 September 2006 di sebuah milis. Silahkan cepat bergerak, semoga menjadi peluang baru.

Sebuah majalah berita bernuansa Islam membutuhkan
reporter, dengan syarat:

1.Pengalaman menjadi reporter, minimal 2 (dua) tahun.
2.Menguasai bahasa Inggris cukup baik.
3.Pendidikan minimal S-1.

Lamaran dibawa atau dikirim ke:

Jl. Pejaten Raya, No. 19
Pasar Minggu
Jakarta Selatan

Atau melalui email:

red_hizbullah@ yahoo.com

Lamaran ditunggu paling lambat 1 (satu) minggu setelah
iklan ini.

Lowongan wartawan

Ada kesempatan untuk belajar jadi wartawan seraya menunggu lamaran dan mencari pengalaman baru:

 

Yayasan Peduli Indonesia yang bedomisil di negeri Belanda berhasrat untuk mentayangkan koran online. Untuk ini kami membuka kesempatan bergabung bagi

· Redaksi,

· Reporter

· Calon Reporter

Semua lowongan pekerjaan diatas adalah pekerjaan freelance untuk para sukarelawan. Semua tugas pekerjaan bisa dilaksanakan melalui internet, sehingga dengan mana dimana saja anda berada, anda bisa bergabung dengan
kami. Dengan motto: siapa saja, dimana saja dan kapan saja anda bisa selalu bergabung dengan kami

Apabila anda terrarik untuk bergabung dengan kami, kirimkan CV anda ke alamat email

Peduli.indonesia@ gmail.com

Liputan jarak jauh kudeta Thailand

Kudeta Thailand adalah peristiwa sangat menarik. Setelah sekitar 15 tahun Thailand berjalan menuju demokrasi, kudeta menjadi pilihan para jenderal yang tidak senang dengan situasi politik. Sejak 1920-an sudah lebih dari 50 kali kudeta berdarah atau tidak di negeri pagoda ini.

Liputan langsung memang menarik, tetapi liputan jarak jauh melalui kantor berita, televisi, internet dan media lainnya menjadi pilihan sebagian dari surat kabar.

Angle yang bisa dikembangkan tentu adalah fokus kepada para pemimpin kudeta dan mereka yang digulingkan.

Pemberitaan yang semestinya tetap disodorkan kepada para pembaca antara lain:

1. Langkah-langkah pemimpin kudeta, pernyataan dan kebijakannya.

2. Pendukung kudeta. Siapa saja, darimana saja, kesatuan militer mana, posisi di kota dan daerah.

3. Penentang kudeta: termasuk didalamnya PM Thaksin yang digulingkan, partai politik yang mendukungnya dan kalangan mahasiswa yang biasa kritis terhadap kudeta.

4. Profil pemimpin kudeta: Jenderal Sonthi ternyata seorang Muslim yang lahir dari keluarga kaya di Bangkok dan sudah lama dekat dengan Istana Kerajaan. Surat kabar The Times London menyajikan profil dia. Profil calon perdana menteri katanya ada tiga: mantan panglima militer, Gubernur Bank sentral dan Hakim di Mahkamah Agung.

5. Analisis: mengapa kudeta, dan apa konsekuensinya terhadap Thailand. Lalu apa pengaruhnya terhadap kawasan. Salah satunya: Birma senang dengan kudeta dan memiliki alasan melanjutkan kekuasaannya. Sikap ASEAN juga akan sulit tetapi tetap menarik. Dukungan Raja juga menarik untuk disajikan.

Jaga hubungan dengan nara sumber

Nara sumber yang pernah diwawancara sangatlah berharga dalam karir Anda sebagai wartawan. Mereka juga memiliki karir. Misalnya seorang polisi yang berpangka ajun kombes mungkin suatu saat naik menjadi Brigadir Jenderal. Jika mereka naik maka hubungan dengan nara sumber semakin penting.

Jaga senantiasa hubungan baik dengan nara sumber. Jangan sampai dalam pekerjaan yang tinggi tekanannya kita mengorbankan hubungan dengan nara sumber. Tetaplah bersikap profesional dengan nara sumber itu serta menjaga jarak terutama dalam pemberitaan.

Semakin banyak nara sumber yang memiliki karir berkembang semakin besar pula peluang untuk mendapatkan berita dan laporan eksklusif.

Tips mengorek keterangan dari nara sumber

Ada banyak cara untuk mendapatkan keterangan dari sumber. Informasi yang diperlukan kadang-kadang sulit diperoleh karena nara sumber pelit menyampaikanya.

Seorang wartawan kadang-kadang tidak sabar untuk segera mendapatkan jawaban dari bebagai pertanyaan yang dimilikinya. Misalnya, jika nara sumber terlibat dalam korupsi maka langsung ditanya bagaimana, dimana, kapan dan mengapa.

Ada kalanya kalau keterangan yang dikorek itu sensitif bagi bagi nara sumber. Cobalah cara bertanyanya dimulai dengan mengakrabkan diri dengan nara sumber. Ngobrol yang membuat nara sumber enak dan berbicara.

Kepercayaan perlu dibangun dengan beberapa obrolan ringan ketika bertemu. Dalam beberapa menit kita dapat membangun komunikasi dengan nara sumber. Kalau banyak waktu mungkin pemanasan bisa lebih lama lagi apalagi jika ditawarkan minum atau makanan.

Bawalah nara sumber dalam sikap yang rileks. Sesudah terjalin komunikasi yang baik, dan kepercayaan tumbuh barulah menuju sasaran dan maksud dari pertemuan itu.

Biasanya jika suasana sudah terbangun, obrolan dalam pertanyaan akan mengalir tanpa nara sumber sadari. Setahap demi setahap pertanyaan bisa diajukan.

Mulailah dengan pertanyaan ringan. Kemudian barulah beranjak ke pertanyaan yang semakin mendalam dan diperlukan dalam peliputan.

Nara sumber itu bagaimanapun manusia, maka perlakukanlah sebagai seorang teman dan manusia yang utuh. Untuk mengetahui bagaimana karakter nara sumber dan pendekatan apa yang bisa digunakan, diperlukan praktek yang sering. Niscaya jika sering bertemu nara sumber atau perantara nara sumber yang akan menyambungkan kepada sumber utama, akan ada teknik-tenik sendiri yang bisa dikembangkan.

Kecepatan dan akurasi

Salah satu hukum tidak tertulis dalam bidang pemberitaan adalah kecepatan. Seorang wartawan di lapangan dituntut secepatnya melaporkan apa yang terjadi di bidang liputannya. Semakin cepat semakin unggul media itu. Kantor berita dan berita online andalannya adalah kecepatan.

Selain kecepaan, akurasi juga penting. Kecepatan harus diimbangi dengan tanggung jawab dalam pemberitaan. Jangan sampai ingin cepat, tidak ada konfirmasi lagi. Hal ini bisa fatal terjadi misalnya ketika memberitakan meninggalnya seorang pejabat tinggi atau mantan menteri.

Keluarga mereka bisa jadi menuntut  medianya. Akurasi bisa dicapai antara lain dengan double check. Jangan mengandalkan satu sumber. Cek silang selalu setiap info sebelum dilepas melalui media.