Ebook Tips Jurnalistik Radio

Mereka yang berminat untuk mengembangkan karir di jurnalistik radio, sebuah ebook sederhana sedang disusun untuk memahami bagaimana Anda memasuki dunia jurnalistik radio.

Tips Jurnalistik Radio, begitu judul ebook ini yang sedang dikembangkan menjadi sebuah panduan bagi mereka yang akan dan sedang terjun di jurnalistik radio.

Sebagian dari artikel dalam ebook ini lebih merupakan pengalaman penulis selama berkarir di BBC Indonesia, radio yang memproduksi berita internasional dan nasional serta feature dan analisa internasional.

Dalam perkembangannya nanti Tips Jurnalistik Radio akan menjadi sebuah panduan yang bisa memberikan tambahan informasi dan juga keterampilan dalam mengembangkan diri di jurnalistik pada umumnya.

Untuk mendownload Tips Jurnalistik silahkan kunjungi asepsetiawan.com di halaman download.

Atau langsung download di Tips Jurnalistik Radio

Tips untuk radio presenter

Anda ingin menjadi presenter radio ? Di era keterbukaan sekarang peluang berkarir di radio sangatlah terbuka. Anda bisa memulai di radio lokal yang bila dikembangkan terus skill-nya akan berakhir di Washington atau London. Radio sampai sekarang merupakan medium jurnalistik sangat penting dan belum tergantikan televisi.

Presenter radio diperlukan mengikuti era multimedia sekarang ini. Oleh sebab itu ada beberapa tips yang bisa bermanfaat untuk menjadi presenter radio khususnya presenter bidang news dan current affairs.

1. Wawasan mengenai peristiwa lokal, nasional dan internasional. Seorang presenter apalagi menyampaikan berita setiap hari.

2. Suara yang standar. Setiap orang memiliki warna suara. Temukan suara Anda dengan berlatih. Suara adalah perangkat penting dalam radio. Oleh karena itu menyadari pentingnya pita suara dalam diri seorang presenter merupakan hal esensial. Apakah warna suara ana bas, bariton atau melengking, semuanya masih memungkinkan tergantung dari radio yang akan dimasuki.

3. Otoritatif namun rileks. Radio adalah medium yang intim. Suara Anda perlu otoritatif namun terdengar akrab. Nada otoritatif itu bisa digambarkan sebagai suara yang akrab di telinga namun mengandung suasana yang lugas dan langsung. Dia tidak basa basi dan berpanjang-pangjang namun terdengar alamiah dan mengalir.

Baca selanjutnya di journalist-adventure.

Bagaimana wartawan mencari berita?

Sebelum terjun ke media massa, saya juga sempat terperangah dengan berbagai berita dan laporan yang muncul baik di media elektronik atau cetak. Bagaimana jurnalis ini bisa tahun berita ini dan itu ? Pertanyaan ini pernah disampaikan oleh salah seorang pembaca blog ini.

Setelah terjun kedalam media massa dimulai dari koran Kompas, secara perlahan mengetahui bagaimana wartawan mengetahui semua berita hari itu. Namun dalam pengalaman, bisa saja satu media “kecolongan” tidak dapat meliput, namun sore atau malam hari dicarinya berita yang keluar di radio atau televisi untuk keperluan surat kabar misalnya.

Ada beberapa cara berita itu diperoleh oleh wartawan.

1. Jadwal acara pejabat/lembaga

Setiap pejabat tinggi mulai presiden sampai dengan para menteri dan dibawahnya memiliki jadwal acara yang sudah disusun. Rapat kabinet misalnya biasa berlangsung hari Rabu untuk Polkam dan Sosial untuk hari Kamis. Ini tentu saja tergantung presidennya. Dalam rapat itu para wartawan bisa menebak agendanya. Atau kalau ada bocoran dari dalam bisa tahu apa yang diperdebatkan di dalamnya. Jadwal acara adalah hal utama dalam liputan setiap media. Tim jurnalis tinggal datang dan mengembangkan beritanya.

Selengkapnya baca Journalis-Adventure.

Power of Beckham’s Brand

BeckhamApa yang Anda bayangkan dengan honor £ 500 ribu per minggu ? Itulah transfer David Beckham dari Real Madrid di Spanyol menuju Los Angeles Galaxy. Pemain bola asal Inggris berusia 31 tahun ini mendapatkan kontrak lima tahun dengan nilai £ 128 juta, sebuah nilai yang tinggi dalam sejarah olahraga.

Menjelang perpindahan itu media Inggris berspekulasi mengenai terpuruknya Beckham kelahiran Leytenstone di London Timur ini sesudah tiga tahun mendekam bersama namab-nama besar seperti Zidane di Real Madrid. Sejumlah koran melecehkan masa depan Bekcham sesudah “disingkirkan” oleh pelatih Inggris dari tim nasional.

Berita olahrawagan terkenal apalagi sudah menjadi selebriti merupakan salah satu perhatian media. Beckham adalah nama yang menjual. Kekuatannya tidak hanya terletak dalam kepiawaiannya menendang dan menyundul bola tetapi juga tampil gaya dan trendi. Nama Beckham tidak hanya sepakbola tetapi juga iklan, cindera mata dan berbagai suvenir lainnya.

Bagi media ini adalah peluang untuk meningkatkan oplah dan menyedot penonton atau pendengar. Namanya sudah cukup untuk membuat banyak orang ingin tahu. Meski mantan kapten tim nasional Inggris ini bukan lagi idola tetapi masih laku untuk dijual. Media massa pun terutama di Inggris habis-habisan menulis mengenai Beckham bahkan sampai rumahnya di kawasan elit Hollywood yang bertetangga dengan Tom Cruise.

Di dunia jurnalistik, salah satu satu pilar menulis berita adalah nama. Nama orang jika memang sangat menarik ucapan, perilaku dan penampilannya maka dialah menjadi ikon berita.  Saya teringat ketika Gus Dur menjadi presiden, hari Jumat adalah hari yang ditunggu untuk mendapatkan berita menarik. Sesudah Jumatan adalah makanan empuk untuk menanyakan berbagai hal kepada Gus Dur yang dengan senang hati menjawabnya.

Kekuatan Beckham tidak hanya bersifat nasional tetapi sudah menjadi global brand, menjadi perhatian desa dunia. Televisi, radio, surat kabar, majalah dan bahkan internet memuat berbagai sisi dari kehidupan dia. Inilah salah satu hal yang perlu dipelajari dalam peliputan bahwa nama membawa berita. Tidak hanya berita kecil satu kolom atau hanya beberapa detik tapi bisa merupakan laporan lengkap bahkan kalau perlu langsung mengirim ke Los Angeles tim wartawan musim panas nanti untuk menyaksikan langsung Beckham memainkan bola bersama tim barunya.

Antisipasi liputan musibah AdamAir

Setelah lebih dari seminggu musibah yang dialami AdamAir No.Penerbangan KI 574 jurusan Surabaya – Manado tanggal 1 Januari 2007, berbagai spekulasi muncul. Mulai dari ledakan di udara sampai dengan terkena badai mendadak.

Tragedi AdamAir ini melibatkan lebih dari 100 penunpang dan awak pesawat. Setiap perkembangan diikuti oleh media massa dengan seksama.

Baru-baru ini saya menyaksikan siaran di Televisi Al Jazeera edisi Inggris wawancara pengamat penerbangan Dudi Sudibyo mengenai bagaimana kira-kira musibah ini terjadi dan apa yang terjadi dengan dunia penerbangan tiket murah. Di London diwawancara pula seorang editor majalah Flight mengenai apakah kotak hitam masih bisa ditemukan dan diambil informasinya sekalipun pesawat tenggelam atau terbakar.

Berbagai ide dan gagasan muncul mengenai bagaimana meliput peristiwa besar seperti ini. Bagi dunia jurnalistik ini adalah salah satu tantangan besar untuk mengungkap tuntas dari segala sudut musibah AdamAir. Tentu saja dengan catatan bukan mengeksploatasi penderitaan manusia tetapi juga menjadi pelajaran bagi masyarakat dan pengelola maskapai penerbangan betapa hal-hal remeh taruhannya nyawa jika berbicara soal penerbangan.

Dudi Sudibyo melukiskan beberapa kelemahan dalam perusahaan penerbangan murah ini. Sebagai contoh adalah pelatihan pilot. Tidak jarang terjadi bahwa pilot ini tidak menjalani tes secara penuh karena mahalnya biaya pelatihan. Disisi lain dalam pemeliharaan pesawat kadang terjadi kanibalisme dimana suku cadang diganti tidak dengan yang semestinya. Sebuah baterai pesawat yang harganya Rp 100 juta semestinya diganti, malah diambil dari pesawat lain yang nongkrong. Dari nilai rupiah membeli baterai seharga Rp 100 juta untuk penerbangan murah ratusan ribu rupiah per orang mungkin akan berpikir ulang guna membelinya.

Tantangan liputan

Sejumlah tantangan dalam peliputan bagi jurnalis kreatif sangatlah luas.

Pertama, unsur drama manusia. Inilah salah satu angle yang banyak dikembangkan media di dunia mengenai tragedi manusia. Sekali lagi bukan untuk membesarkan dan memanfaatkan penderitaan orang lain namun terdapat unsur pendidikan dan simpati agar mereka yang mengalami musibah ini diberi tempat yang semestinya. Mereka tidak dibiarkan begitu saja dengan permintaan maaf dan ganti rugi seadanya. Harus ada yang bertanggung jawab jika dalam kecelakaan ini ada unsur kelalaian. Drama manusia bagi para penumpang, bagi para awak pesawat adalah salah satu aspek yang biasanya terus diperdalam sejalan dengan semakin lamanya pesawat ini ditemukan.

Kedua, laporan investigasi. Setiap media massa biasanya akan berlomba menyajikan informasi terlengkap. Namun gagasan yang baik bila pesawat ini hilang tanpa rimba diperlukan investigasi mulai dari riwayat pesawat, pemeliharaan sampai dengan operasionalisasi pesawat. Apakah mungkin pernah terjadi peristiwa kerusakan mesin atau tidak kuat menghadapi badai berat ? Laporan investigasi akan memberikan kedalaman terhadap sebuah laporan harian.

Ketiga, antisipasi penemuan pesawat. Sejalan dengan keterlibatan dunia internasional dalam pencarian pesawat yang seperti ditelan samudra ini, maka laporan lengkap sebaiknya memang sudah disiapkan. Laporan antisipasi merupakan salah satu pilar dari liputan yang komprehensif. Rangkaian fakta dan data telah disimpan dengan rapih untuk dikeluarkan ketika peristiwa baru muncul. Beberapa media besar dunia biasanya telah menyiapkan hari yang ditunggu-tunggu ini. Ketika Afghanistan jatuh, wartawan BBC John Simpson telah siap dengan laporan terbaru dari medan tempur. Demikian juga ketika Saddam Hussein jatuh, sudah ada laporan pendukung yang akan menunjang breaking news ini. AdamAir adalah peristiwa besar nasional dan regional, terlalu kecil untuk diabaikan. Disinilah kepiawaian jurnalis dan timnya menyajikan berita, feature, analisis, diskusi dan antisipasi yang akan memperkaya skala liputan.

Liputan kunjungan George W Bush

Kunjungan Presiden Amerika Serikat George W Bush tentu menarik bagi kalangan media. Tidak hanya kontroversi Irak dan kebijakan melawan terorisme tetapi juga nama Bush membawa para wartawan dari seluruh negara untuk berdatangan ke Indonesia.

Bagi mereka yang bertugas di lapangan, inilah kesempatan berkenalan dengan para wartawan besar dari Amerika dan Eropa serta Timur Tengah. Perkenalan ini tentu akan memberikan pengalaman yang mengesankan. Setiap liputan yang melibatkan banyak wartawan mancanegara hendaknya dimanfaatkan untuk menggali pengalaman dan cara bekerja mereka yang sudah matang dan kelas dunia. Tentu bertukar info sambil bertukar kartu nama adalah pintu masuk untuk berkenalan.

Liputan Bush termasuk liputan besar, karena peristiwa nasional dan internasional. Sudut liputan yang bisa dikembangkan kerangkanya antara lain:

1. Isu utama pertemuan antara Bush dan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.  Meski departemen Luar Negeri sudah menyatakan beberapa pokok persoalan yang ingin dicapai, substansi pertemuan tetap perlu dibahas secara cermat. Menlu Hassan Wirajuda dalam sebuah kesempatan menjelaskan bahwa topik pertemuan menekankan pada kerja sama ekonomi dan perdagangan, bukan lagi soal keamanan dan politik. Ini menarik karena konteks Bush kalah dalam pemilihan sela di Amerika Serikat dimana Kongres jatuh ke tangan Partai Demokrat.

2. Suasana pertemuan merupakan warna penting untuk melihat sejauh mana kedua pemimpin bertemu. Apa yang mereka lakukan dan bagaimana body language keduanya sangat penting untuk menambah bobot liputan. Persiapan dengan helipad di Kebun Raya Bogor merupakan sebuah sikap dari SBY yang sangat memperhatikan saran keamanan dari Amerika Serikat.

3. Aksi unjuk rasa dan kelompok pengecam Bush merupakan liputan yang tidak bisa dilewatkan begitu saja. Puluhan ribu orang turun ke jalan dan meneriakkan yel-yel anti Amerika adalah warna liputan yang semarak. Apa isi orasi aksi demo dan siapa saja yang berdemo penting diliput.

4. Tokoh yang akan bertemu Bush juga perlu diliput. Dari mereka akan mendapat banyak warna mengenai apa yang diperbincangkan, apa yang dikritik dan apa yang disarankan.

5. Kesulitan masyarakat karena ketatnya keamanan menjadi fokus penting untuk mengetahui bagaimana suasana kunjungan ini di tengah masyarakat. Adanya penjagaan berlapis dan keluhan para pedagang tidak bisa dibiarkan begitu saja.

6. Siapa di belakang persiapan kunjungan Bush mulai dari protokoler, keamanan, hidangan makan malam (kalau ada) dimana singgah Bush itu dan apa yang dibawa atau dipertukarkan dan orang-orang yang mengatur keamanan dan lalu lintas akan menjadi topik menarik juga.

7. Untuk surat kabar atau majalah, analisis mengenai kunjungan ini menarik dalam konteks nasional dan internasional.

Banyak topik yang bisa dikembangkan dari liputan kunjungan Bush ini. Bagi media elektronik dan cetak, inilah momentum liputan besar pad akhir tahun 2006. Ini peristiwa diplomatik besar karena kehadiran Bush membawa pro dan kontra di Indonesia.

Jaga hubungan dengan nara sumber

Nara sumber yang pernah diwawancara sangatlah berharga dalam karir Anda sebagai wartawan. Mereka juga memiliki karir. Misalnya seorang polisi yang berpangka ajun kombes mungkin suatu saat naik menjadi Brigadir Jenderal. Jika mereka naik maka hubungan dengan nara sumber semakin penting.

Jaga senantiasa hubungan baik dengan nara sumber. Jangan sampai dalam pekerjaan yang tinggi tekanannya kita mengorbankan hubungan dengan nara sumber. Tetaplah bersikap profesional dengan nara sumber itu serta menjaga jarak terutama dalam pemberitaan.

Semakin banyak nara sumber yang memiliki karir berkembang semakin besar pula peluang untuk mendapatkan berita dan laporan eksklusif.