Feeds:
Tulisan
Komentar

PARTAI Buruh Inggris sekarang seperti ancaman Partai Konservatif
yang sudah 18 tahun memimpin negeri itu. Konservatif tampak kehilangan semangat dibandingkan dengan Buruh yang menggebu-gebu untuk memulai awal baru bagi Inggris.
Bagaimana kebangkitan Buruh itu bisa terjadi? Nama Tony Blair (43)
patut dijadikan pertimbangan dalam proses ini. Sebelum Blair, Ketua
Partai Buruh Neil Kinnock memulai proses transformasi. Kemudian John
Smith melanjutkan pembaruan itu.
Di tangan Blair-lah perubahan Buruh itu menjadi badai baru di Inggris.
Semua kejadian sekarang bisa dilacak ketika Buruh terakhir berkuasa
tahun 1979 di bawah James Callaghan. Saat itu para pemimpin serikat
buruh merupakan nama yang melekat pada setiap rumah tangga di Inggris.
Dengan kata lain, Partai Buruh adalah idola karena mempertahankan
perhatian yang mendalam terhadap kebutuhan rakyat.
Telepon, air, gas dan listrik dipegang negara. Perusahaan transportasi dan kereta api demikian pula. Waktu berubah dan Buruh kehilangan lokomotifnya sehingga Margareth Thatcher muncul dengan mengangkat Konservatif.
Namun ketika Margaret Thatcher muncul dia pun tidak setuju dengan
swastanisasi. Bahkan tahun 1983 ketika Thatcherisme mulai berjaya,
Buruh naik dengan usulan agar keluar dari Masyarakat Eropa, reformasi
serikat buruh dan mengembalikan industri yang swasta kepemilikan umum.
Salah seorang tokoh Buruh melihat manifesto Buruh saat itu merupakan “catatan bunuh diri terpanjang dalam sejarah.” Tidak seperti tokoh sebelumnya, Blair memiliki wawasan lain, bukan bunuh diri pemilu.
Dengan tegas ia memindahkan Buruh ke arah tengah, mengubah
kebijakan yang pro sosialis yang mungkin mengecewakan sebagian
masyarakat Inggris.
Akibatnya memang menyakitkan. Tokoh Buruh seperti Roy Jenkins,
Shirley Williams, David Owev dan Bill Rodgers meninggalkah Buruh.
Mereka membentuk Partai Demokrat Sosial.
* * *

ANTHONY Lewis dari The New York Times menulis, Partai Buruh
memiliki komitmen ideologis yang kuat. Buruh sangat dekat dengan
serikat buruh. Buruh juga mendukung pengeluaran pemerintah untuk
program sosial dan pajak tinggi. Buruh juga punya program
nasionalisasi yang tetap dipegangnya.
Dalam tempo tiga tahun sejak ia naik 1994, Blair menyapu semua
komitmennya itu. Hubungan dengan serikat buruh memudar bahkan hampir putus. Klausul nasionalisasi dicabut dari anggaran dasar partai.
Lebih jauh lagi ia menjanjikan pajak takkan dinaikkan selama ia
berkuasa. Ia menekankan komitmennya untuk tidak mempertahankan batas pengeluaran pemerintah sekarang sampai dua tahun mendatang.
Perubahan itu jelas merupakan sesuatu yang mengherankan. Blair
memang sudah membungkam kebijakan lama Buruh. Namun demikian ia
mempertahankan ciri-ciri utamanya Buruh.
Blair sendiri dengan cerdik memahami bahwa masyarakat Inggris pada
umumnya takut akan perubahan. Apalagi jika kembali kepada ramuan lama Buruh. Rumus lama itu antara lain: pajak tinggi, pengeluaran juga
tinggi dan tentu saja serikat buruh memegang posisi penting.
Sebagian membandingkan taktik dia membawa Buruh itu seperti Presiden AS Bill Clinton. Clinton sendiri menamakan partainya Demokrat Baru. Blair melakukan hal yang mirip menjuluki partainya Buruh baru.
Secara ringkas bisa dikatakan bahwa Blair membawa Buruh ke arah
stamina yang baru ini – bahkan banyak pihak meramalkan akan menang
pada pemilu 1 Mei nanti meskipun belum terbukti kebenarannya -
disebabkan oleh kepiawaiannya merumuskan ulang doktrin partainya.
Ia buang yang tidak cocok dan mengadopsi apa yang sesuai dengan
masyarakat sekarang.
Bahkan bila perlu ia berusaha keras mengubah konstitusi partai yang
mencabut komitmen partai terhadap nasionalisasi dan pemilikan badan
usaha penting di tangan pemerintah. Akhirnya ia menggunakan jurus yang juga digunakan Clinton untuk menangani kejahatan dengan kebijakan yang keras. Formula kebangkitan Buruh yang ditata Blair ini masih perlu dibuktikan pada hari pemungutan suara 1 Mei. Tampaknya hari pemilu Inggris ini memang menjadi sesuatu yang menegangkan karena jajak mendapat memihak Buruh tapi bukti belum ada. Bahkan pada detik terakhir bisa juga Konservatif secara spektakuler meraih kekuasaan untuk kelima kalinya. Sungguh menarik dan menegangkan karena hasilnya masih diliputi misteri. (Asep Setiawan, dari London)

KOMPAS, Senin, 28-04-1997. Hal. 7

PERTUMBUHAN ekonomi Asia yang mengesankan tak hanya menjadi
perhatian para pengambil keputusan di pemerintahan dan pengusaha,
tetapi juga para akademisi. PM Singapura Lee Kuan Yew dan PM Malaysia
Mahathir Mohamad sering mengulas kemajuan ekonomi sebagai bagian dari
keberhasilan membangun sistem politik baru di Asia yang berbeda dengan
Barat.
Sedangkan kalangan akademis mempersoalkan apakah pertumbuhan ekonomi
yang tinggi itu merupakan sebab dari logika yang terjadi di Barat.
Misalnya karena investasi yang naik, stabilitas politik yang
berkesinambungan, atau sebab lain seperti sumber daya alam yang
tersedia berlimpah.
Misteri tentang sebab-sebab atau faktor yang mendukung pertumbuhan
ekonomi sampai soal nilai-nilai Asia (Asian values) yang turut
menentukan arah kemajuan ekonomi, menjadi menarik untuk disimak.
Dari perdebatan mengenai pengaruh nilai-nilai Asia terhadap keajaiban
ekonomi ini setidaknya muncul dua aliran. Pertama, mereka yang yakin
bahwa nilai-nilai Asia itu tidak seperti yang disodorkan para pemimpin
Asia. Nilai yang mereka anut bersifat universial dan keberhasilannya
pun sudah teruji dalam masyakarat lain. Dengan kata lain, mereka
meragukan adanya suatu nilai unik Asia yang jadi faktor penunjang
booming ekonomi.
Kedua, nilai-nilai Asia memang ada dan sangat berpengaruh dalam
perubahan sosial ekonomi di kawasan ini. Keyakinan bahwa nilai-nilai
Asia atau cara-cara Asia dalam pengelolaan ekonomi itu eksis terlihat
dari keberhasilan dalam tiga dekade ini di kawasan Asia.

Esensi nilai-nilai Asia
Yang menjadi sentral perhatian persoalan nilai-nilai Asia adalah
pertanyaan, faktor apa yang menggerakkan masyarakat Asia sehingga
mencapai tahap pertumbuhan ekonomi seperti sekarang ini.
Tommy Koh, pensiunan diplomat senior Singapura mencatat adanya 10
nilai-nilai positif. Ia antara lain menyebutkan hemat, bersahaja,
hormat kepada leluhur dan perhatian yang sangat tinggi terhadap
keluarga. Mantan PM Singapura Lee Kuan Yew bahkan mempertentangkan
paham sentralitas keluarga sebagai nilai Asia yang sangat penting
dibandingkan paham invidualisme yang subur di Barat.
Sebuah lembaga yang menamakan diri Komisi Asia Baru – pimpinan pakar
asal Malaysia Noordin Sopiee – mengidentifikasi 16 premis dasar dan
prinsip-prinsip yang akan menuntun aspirasi Asia pada tahun 2020.
Kembalinya nilai-nilai tradisi yang dipengaruhi agama dan budaya Asia
ikut memberikan warna.
Michael Haas, salah seorang ilmuwan asal Amerika Serikat, lebih
lanjut menghubungkan nilai-nilai itu dalam praktek pemerintah di Asia.
Menurut dia ada dua tahap dan enam prinsip yang perlu dipertimbangkan
untuk memahami gaya Asia (Asian Way). Haas sendiri menganggap ungkapan
Asian Way atau Asian Values dapat dirunut dari ucapan salah seorang
pejabat Malaysia, yakni U Nyun.
Haas menyatakan, “Tahap pertama terdiri dari keyakinan umum dan
orientasi terhadap manusia dan hubungan internasional. Tingkat kedua
terdiri dari praktek-praktek dan prosedur yang diikuti dalam situasi
kongkret”.
Sementara itu Desmond Ball, pakar tentang Asia, mengidentifikasi
faktor-faktor yang fundamental bagi budaya Asia. Ball menyingkatnya
dengan menyebutkan faktor penghormatan terhadap hirarki dan otoritas,
penghindaran konflik dalam hubungan sosial, dan penekanan pada
ketertiban dan harmoni.
Tema tentang nilai Asia ini memang menarik, sehingga David Hitchcock
pun melakukan sebuah penelitian langsung dengan mewawancarai kalangan
eksekutif, akademisi, dan pakar di Asia untuk merumuskan persoalan
ini.
Penulis buku Asian Values and The United States ini akhirnya
menemukan bahwa norma-norma Asia meliputi keluarga, rasa hormat terhadap
otoritas, komunitarianisme dan kerja sama, komitmen kuat terhadap
pendidikan, disiplin diri dan penghargaan terhadap ketertiban,
“negara”, dan “generasi tua”.

Nilai Asia universal
Gubernur Hongkong Chris Patten sebagai seorang praktisi pemerintahan
yakin bahwa apa yang disebut nilai-nilai Asia itu tidak khusus. Ia
berkeyakinan cara Asia dalam pengembangan sektor ekonomi adalah sama
dengan yang pernah berlangsung di Barat.
Alasan pertama, faktor sangat penting dalam kebangkitan Asia adalah
keyakinan dalam hati dan pikiran ratusan juta warga Asia bahwa hidup
“dapat dan harus” dikembangkan untuk mereka dan keluarga.
Dalam artikelnya Is There an ‘Asian Way’?, penjelasan teknis
bagaimanapun dan kekuatan ekonomi apa yang mendorong keberhasilan Asia
adalah tekad untuk memperbaiki keluarga dari kepapaan dan kemiskinan
menuju kehidupan yang lebih baik (Survival, 1996).
Alasan kedua keberhasilan ekonomi adalah kebebasan ekonomi (economic
liberty). Patten melihat, meskipun banyak pemerintahan jauh dari sikap
toleransi terhadap kebebasan sipil dan politik, banyak pula yang
mengakui perlunya memberikan kebebasan ekonomi kepada warga negaranya.
Patten menilai, faktor kedua ini yang menjadi kunci keberhasilan
ekonomi abad yang lalu, namun harus mempelajari hal baru dari fenomena
Asia. Apa yang membuat ekonomi Asia sukses adalah jika pemerintah
menghambat perusahaan dengan pajak tinggi, pasar kelas dua, dan
mendistorsi ekonomi dengan subsidi dan kontrol, sehingga membuat
ekonomi tinggi.
Dengan kata lain, masyarakat hidup dengan ekonomi biaya tinggi,
namun hidup dengan standar lebih rendah dan pelayanan umum yang tak
memadai. Ini bisa berati pula, kata Patten, pengusaha kurang kompetitif
di pasar global dan kurang menarik minat investasi dari luar.
Alasan ketiga bagi keajaiban ekonomi adalah perdagangan bebas (free
trade). Keyakinan terhadap kemajuan dan kebebasan ekonomi telah
membawa masyarakat Asia dalam jalan menuju kemakmuran. Namun menurut
Patten, yang lebih penting lagi justru perdagangan bebas. Akses ke
Amerika Utara dan Eropa Barat memungkinkan pertumbuhan cepat setelah
Perang Dunia II berakhir.
Akhirnya ia menyimpulkan bahwa tiga alasan itu dapat disingkat
sebagai keyakinan akan kemajuan, keyakinan akan economic liberty
(kebebasan ekonomi), dan keyakinan akan perdagangan bebas. Dari seluruh
alasan itu, Patten menilai bahwa tak ada yang bisa dikategorikan nilai
Eropa atau Amerika. Keyakinan itu bagian dari sejarah revolusi industri
Eropa sehingga bersifat univesal.

Nilai Asia unik
Anggapan bahwa nilai Asia unik muncul terutama dari para pemimpin
dan pakar asal Asia. Gagasan ini sendiri mulai menonjol pertengahan
1980-an. Kemudian awal 1990-an dari berbagai pidato dan tulisan para
pemimpin dan tokoh Asia, kajian dan kepercayaan terhadap nilai-nilai
Asia sebagai “bahan bakar” pertumbuhan ekonomi semakin gencar.
Pada umumnya mereka menyerukan agar kembali kepada nilai-nilai
tradisional yang sama bagi masyarakat Asia. Mereka juga menonjolkan
perbedaan apa yang disebut nilai Asia dan Barat.
Sejumlah pakar Jepang berusaha untuk merekonseptualisasi dan
memodernisasi nilai-nilai Asia. Misalnya pakar bernama Yoichi
Funabashi beranggapan bahwa kawasan ini bukannya “di-Asiakan kembali”
(re-Asianised), namun sedang “di-Asiakan” (Asianised).
Funabashi menilai, bukannya kembali kepada nilai-nilai dan praktek
lama, namun menciptakan “benih baru sivilisasi campuran yang subur”,
di mana akan muncul “sivilisasi Cina dan Indo-Cina dikombinasikan
dengan Jepang dan Amerika menjadi satu”.
Sejalan dengan argumen itu, muncul tulisan para pejabat dan pakar
Cina. Li Xianglu yakin, Asia Timur memeluk nilai-nilai Kong Hu Cu, di
mana dukungan terhadap kerja keras, hemat, kesalehan, dan kebanggaan
nasional” telah mendorong pertumbuhan ekonomi.

Peran nilai Asia
Dari perdebatan pro-kontra apakah nilai-nilai Asia itu universal
atau khas, tampaknya fokusnya terlalu disoroti pada konsep-konsep yang
berkaitan dengan budaya, agama, sosial, dan ekonomi, bukan pada peran
nilai-nilai itu bagi pertumbuhan ekonomi.
Sentralitas perhatian bangsa-bangsa di Asia terhadap pentingnya
keluarga atau ikatan kekeluargaan hampir memiliki kesamaan, mulai
Jepang di belahan utara sampai Indonesia di selatan.
Lee Kuan Yew sangat percaya bahwa keluarga dan keutuhan keluarga
menjadi sentral dalam kehidupan masyarakat Asia. Demikian pula tatkala
menjalankan praktek ekonomi, sulit melepaskan diri dari kultur seperti
ini. Bahkan ketika Singapura semakin makmur pun Lee masih menekankan
bahwa ikatan keluarga menjadi pilar utama kesejahteraan masyarakat.
Praktek yang lahir dalam kegiatan ekonomi berupa kultur senioritas
yang kuat dalam bidang usaha. Senioritas ini melahirkan ketertiban dan
keharmonisan, karena generasi baru tidak berusaha mematahkan ta-tanan
yang sudah tercipta pendahulunya.
Beberapa aspek penting nilai yang ada di Asia seperti penghematan,
bersahaja, dan kepercayaan akan nasib ikut mempengaruhi seperti halnya
nilai-nilai “tidak produktif” yang disebutkan PM Mahathir berupa
feodalisme, anti materialisme yang berlebihan, dan perbedaan otoritas
berlebihan, yang ikut mempengaruhi pola dan arah pertumbuhan ekonomi.
Akhirnya dapat disimpulkan sementara bahwa, betapapun nilai-nilai
Asia itu memiliki ciri universalitas namun juga kekhasan tertentu.
Nila-nilai Asia hidup bukan di ruang yang vakum, sehingga pengaruh
Barat pun tak terhindarkan lagi. Pengaruh luar itu memang diadaptasi
sesuai dengan kapasitas kulturnya, sehingga tidak serta merta berubah
total.
Nilai-nilai yang dibantu Asia itu pun cukup berperan dalam membentuk
dan menggerakkan mesin ekonomi negara-negara di Asia. Namun tidak
semua nilai-nilai Asia memberikan dukungan terhadap pertumbuhan
ekonomi seperti halnya tidak semua nilai-nilai non Asia berpengaruh
buruk bagi iklim ekonomi Asia. (asep setiawan)

KOMPAS, Selasa, 11-03-1997.

Download Lagu KPK di Dadaku

Satu lagu yang muncul sebagai reaksi terhadap apa yang disebut kriminalisasi Komisi Pemberantasan Korupsi.

Download Lagu KPK di Dadaku

KPK di dadaku
KPK kebanggaanku
Ku yakin kebenaran pasti menang
Kobarkan semangatmu
Tunjukkan kebersihanmu
Ku yakin kebenaran pasti menang

Citizen Journalisme

Semakin banyak sekarang membuat situs yang dibentuk oleh pengunjung sekaligus wartawan.

Ada beberapa contoh yang bisa dikemukakan disini namun yang diamati dari sebuah lembaga pemberitaan real, BBC News sudah memulainya dengan menyediakan tempat bagi masyarakat mengirimkan laporannya baik berupa foto atau cerita.

Situs BBC News ini bisa dibaca oleh semua orang di seluruh dunia. Jika ada bencana misalnya, kirimkan cerita Anda.

Namun banyak juga yang berminat melihat trend ini, HMI News misalnya mencoba eksperimen dengan trend ini.

Siapa tahu nanti sebuah keluarga yang memiliki network bagus di seluruh dunia bisa membuat sebuah situs yang laporannya dipasok oleh semua anggota keluarga. Kan masalah online tidak lagi soal sekarang, smartphone sudah menyediakannya.

Bagi Anda yang berminat untuk menjadi bagian dari dunia jurnalistik, ada peluang terbaru. Detikcom sedang merekrut wartawan baru.

Silahkan coba tetapi sayang deadlinenya 15 Oktober 2008.

VACANCY ON DETIKCOM

PT Agranet Multicitra Siberkom’s holding company of www.detik.com, Indonesia’s leading of media online & internet services. We would like to invite highest standards of professional in fulfilling our business goal and objectives, for the following position.

Journalist DetikNews.com
Requirements:

  • Candidate must possess at least a Bachelor’s Degree in any field.
  • Fresh graduates/Entry level applicants are encouraged to apply.
  • Single, not more than 24 years old and attractive appearance.
  • Has great interest in Journalism especially News & Politics
  • Able to communicate and write in English
  • Energetic, dynamic, creative & like challenges

Journalist DetikSport.com
Requirements:

  • Candidate must possess at least a Bachelor’s Degree in any field.
  • Fresh graduates/Entry level applicants are encouraged to apply.
  • Single, not more than 24 years old and attractive appearance.
  • Has great interest in Journalism especially Sport
  • Able to communicate and write in English
  • Energetic, dynamic, creative & like challenges

Selengkapnya lihat: Detikcom

Sebuah peluang baru dapat Anda manfaatkan dengan segera mengajukan lamaran ke Detik.com sebelum tanggal 31 Juli.

Journalist

    Requirements:

  • Candidate must possess at least a Bachelor’s Degree in any field.
  • Fresh graduates/Entry level applicants are encouraged to apply.
  • Single, not more than 23 years old
  • Has great interest in Journalism especially
  • News & Politic(code : NEWS)
  • Finance(code : FIN)
  • Information Celebrity (code; HOT)
  • Able to communicate and write in English
  • Energetic, dynamic, creative & like challenges

Selengkapnya juga dapat Anda baca di : Journalist-Adventure

Lowongan Penyiar Radio

Siapa tahu Anda cocok dengan peluang ini, masih ada waktu sampai Juni 2008. Informasi dari sebuah milis. Silahkan manfaatkan.

Lowongan di Trax-FM Jakarta dan Semarang, syarat:

1. Funny
2. Easy Going
3. Charming
4. Bold
5. Creative
6. Smart
7. Speak Good English

Ikutan TRAX HUNT 2008, dengan kirim CV Kreatif, PALING LAMBAT 6 JUNI 2008/ Email ke recruitment@ traxonsky. com, Subject JAKARTA atau SEMARANG, atau kirim ke langsung ke Gedung Sarinah Thamrin lantai 8, khusus untuk Anak Trax yang mau daftar di Jakarta, atau Semarang, Jalan Sultan Agung 63 kavling 5 lantai 3.telp: (021)3144760 (021)314477374

Persiapan wawancara

Wawancara adalah satu hal penting bagi seorang jurnalis. Wawancara merupakan kegiatan utama jurnalistik. Tanpa wawancara tidak menarik isi berita. Wawancara baik yang sifatnya panjang, singkat atau dadakan merupakan pilar dari hampir semua laporan. Bahkan ketika menulis feature pun wawancara menjadi alat sangat penting.

Beberapa persiapan perlu dilakukan sebelum wawancara:

1. Baca dan lakukan riset sebelum wawancara. Baru-baru ini saya akan melakukan wawancara mengenai buku Menteri Kesehatan Siti Fadilah berjudul Saatnya Dunia Berubah. Buku ini menjadi kontroversi karena edisi bahasa Inggris memuat kalimat mengenai Amerika Serikat yang dianggap mungkin membuat senjata biologi dari virus flu burung yang disimpan WHO. Saya membaca berbagai ulasan, wawancara, artikel tentang buku itu sebelum wawancara. Maka pertanyaannya menjadi menajam, misalnya apa alasan penulisan buku dan mengapa heboh, serta benarkah ada tuduhan itu.

2. Susuan pertanyaan dari yang paling dasar sampai paling pokok. Artinya jika wawancara itu hanya akan digunakan sebagai bagian dari laporan, maka susun kalimat yang akan dijadikan bagian utama dari laporan.

3. Mempersiapkan pengembangan gagasan bila pertanyaan yang sudah disiapkan ternyata tidak tepat sesuai harapan. Artinya plan B tetap disiapkan agar wawancara tidak mati kutu atau berhenti gara-gara tidak sesuai dengan keinginan kita. Barangkali dalam acara spontan yang mengalir dari wawancara – khususnya untuk radio dan televisi – mungkin lebih atraktif daripada yang sudah disiapkan. Namun pegangan tetap harus ada sehingga tepat sasaran.

4. Siapkan peralatan dengan baik. Alat rekam, baterai, block note, alat tulis, apapun yang mendukung wawancara jangan ketinggalan. Alat rekam yang ketinggalan akan membuat wawancara sulit diuraikan nantinya karena akan mengandalkan catatan saja.

5. Jalin kontak dengan ajudan atau staf yang dekat dengan nara sumber, misalnya menteri apabila diperlukan. Atau jalin kontak dengan nara sumber langsung melalui alat komunikasi sehingga janji wawancara tidak terlupakan.

6. Jika wawancara dilakukan secara mendadak, persiapan tidak begitu banyak, buat keputusan satu dua ide langsung untuk dijadikan laporan utama. Pengalaman melakukan wawancara akan benyak membuat Anda terbiasa dengan ide-ide spontan.

Penulisan feature merupakan salah satu pilar dalam media massa. Feature yang pada umumnya merupakan sebuah liputan yang tidak terikat pada pakem straight news atau current event merupakan tahap berikutnya dalam penulisan jurnalistik.

Menulis feature memerlukan latihan yang cukup lama. Tidak seperti menulis atau memberikan laporan mengenai current event, peristiwa yang sedang berjalan, penulisan feature perlu sedikit kontemplasi, renungan dan mempertajam situasi dibalik berita.

Bagaimana menuangkan gagasan dari berita menjadi sebuah tulisan featuris ?

Inilah tantangan yang tidak mudah. Beberapa hal bisa dipikirkan di bawah ini:

1. Fokus terhadap peristiwanya. Kebakaran pasar adalah kerangka berita utama hari itu, namun perjalanan manusia didalamnya, perjuangan pedagang yang sudah puluhan tahun memutar modal kemudian hangus tanpa asuransi merupakan sebuah bahan feature menarik.

2. Fokus kepada manusia. Cerita manusia didalam sebuah peristiwa, atau cerita seseorang dibalik peristiwa merupakan sebuah kasus menarik untuk diangkat. Rasa simpati penulis terhadap nasib salah satu korban tabrakan di jalan tol, misalnya akan menggugah para pengambil kebijakan untuk memperketat laju kendaraan di tol. Cerita mengenai manusia dibalik berita akan memberikan bobot pada laporan utama.

3. Tuangkan dalam tulisan yang menyentuh. Tidak seperti pemberitaan yang lugas, kurang emosional, maka tulisan bentuk feature bisa dijadikan sebagai sebuah karya jurnalistik yang menyentuh kehidupan inti manusia, tentang hidup dan mati, tentang cinta dan pengkhianatan dan tentang patriotisme, misalnya. Disini memerlukan sedikit keterampilan dalam mengolah karya tulis ini. Bahasa dari dunia sastra akan bermanfaat untuk memperhalus alur cerita tanpa terjebak kedalam cerita fiksi.

4. Ending yang berkesan. Kekuatan feature adalah menarik pembaca kedalam tulisan sampai titik terakhir. Buatlah alur tulisan yang mengarah kepada klimaks yang membuat pembaca penasaran akan cerita didalam tulisan itu. Ending cerita mungkin bukan kemenangan atau keberhasilan subyek cerita tetapi mungkin tatapan masa depan yang suram.

Sumber: www.journalist-adventure.com

Anda ingin menjadi presenter radio ? Di era keterbukaan sekarang peluang berkarir di radio sangatlah terbuka. Anda bisa memulai di radio lokal yang bila dikembangkan terus skill-nya akan berakhir di Washington atau London. Radio sampai sekarang merupakan medium jurnalistik sangat penting dan belum tergantikan televisi.

Presenter radio diperlukan mengikuti era multimedia sekarang ini. Oleh sebab itu ada beberapa tips yang bisa bermanfaat untuk menjadi presenter radio khususnya presenter bidang news dan current affairs.

1. Wawasan mengenai peristiwa lokal, nasional dan internasional. Seorang presenter apalagi menyampaikan berita setiap hari.

2. Suara yang standar. Setiap orang memiliki warna suara. Temukan suara Anda dengan berlatih. Suara adalah perangkat penting dalam radio. Oleh karena itu menyadari pentingnya pita suara dalam diri seorang presenter merupakan hal esensial. Apakah warna suara ana bas, bariton atau melengking, semuanya masih memungkinkan tergantung dari radio yang akan dimasuki.

3. Otoritatif namun rileks. Radio adalah medium yang intim. Suara Anda perlu otoritatif namun terdengar akrab. Nada otoritatif itu bisa digambarkan sebagai suara yang akrab di telinga namun mengandung suasana yang lugas dan langsung. Dia tidak basa basi dan berpanjang-pangjang namun terdengar alamiah dan mengalir.

Baca selanjutnya di journalist-adventure.

Tulisan Sebelumnya »