Lanjut ke konten

Mengerem Pertumbuhan Ekonomi

AGAK di luar dugaan, Bank Indonesia menaikkan suku bunga acuan BI Rate jadi 7,5 persen. Kenaikan suku bunga kali ini tampaknya tidak dimaksudkan untuk meredam inflasi, seperti yang lazim dilakukan. Inflasi year on year Oktober 2013 cukup terkendali 8,32 persen. Sedikit turun dari 8,4 persen pada bulan sebelumnya. Pesan yang ingin disampaikan BI adalah, dengan kebijakan ini, mereka berupaya mengurangi defisit transaksi berjalan yang masih 8,4 miliar dollar AS pada triwulan III-2013, atau turun dari 9,9 miliar dollar AS pada triwulan II.

Bagaimana transmisi kedua variabel tersebut? Jika suku bunga naik, hasrat untuk berkonsumsi (propensity to consume) akan berkurang, demikian pula hasrat investasi. Selanjutnya, melemahnya konsumsi (C) dan investasi (I) akan mengurangi permintaan agregat (aggregate demand). Karena struktur industri kita sensitif terhadap barang dan jasa impor, selanjutnya impor barang dan jasa akan berkurang. Pengurangan ini akan menurunkan defisit perdagangan dan defisit transaksi berjalan.

Efektifkah kebijakan ini? Bisa jadi demikian, karena dalam situasi krisis ekonomi global yang mulai dirasakan transmisinya ke Indonesia, tingkat kepercayaan para pelaku ekonomi juga mulai goyah. Ekspresinya, mereka mulai mengerem konsumsi. Dua industri yang biasanya bisa menjadi indikator bergairah atau tidaknya perekonomian adalah industri otomotif dan properti.

Sejauh ini, pada industri otomotif belum ada tanda-tanda itu. Kemampuan para produsen melakukan inovasi, misalnya dengan produksi mobil yang irit dan murah, serta sepeda motor yang hemat, berhasil menumbuhkan penjualan. Penjualan mobil tahun ini diperkirakan 1,2 juta unit, sedangkan sepeda motor kembali ke level 8 juta unit.

Namun, untuk sektor properti, mulai ada tanda-tanda melemah. Di beberapa kota besar (terutama Jakarta dan Surabaya) mulai dikeluhkan gejala ”gelembung properti”, harga properti melambung tinggi, tetapi kemudian pemilik kesulitan menjualnya kembali jika diperlukan. Aset ini menjadi berkurang derajat likuiditasnya. Meski demikian, asalkan para pengembang jeli mencari segmen pasar dan lokasi yang tepat, sebenarnya industri properti masih terbuka ekspansi, mengingat masih banyak keluarga yang belum memiliki rumah pertama.

Upaya mengerem pertumbuhan ekonomi tak hanya oleh Indonesia. China mulai menyadari bahwa pertumbuhan ekonomi tinggi hingga dua digit (periode 2001-2008) membawa beberapa dampak negatif. Sektor properti terlalu menggelembung sehingga rawan meletus. Upah buruh naik, harga tanah di kota-kota industri sepanjang pantai timur naik drastis. Jika tidak dikendalikan, itu akan merusak daya saing China di kemudian hari. Solusinya, pertumbuhan ekonomi diperlambat. Itulah sebabnya, perekonomian China tahun ini diperkirakan tumbuh 7,6 persen-7,8 persen. Kendati demikian, level pertumbuhan ini tetap yang tertinggi di dunia.

Yang menarik, dua lembaga multilateral, Dana Moneter Internasional (IMF) dan Bank Dunia, sejak Oktober 2013 meramal Indonesia akan mengalami koreksi pertumbuhan ekonomi ke bawah. Bank Dunia meramal pertumbuhan ekonomi 2013 hanya 5,6 persen dan tahun depan (2014) 5,4 persen. Sementara IMF meramal pertumbuhan 5,3 persen (2013) dan 5,5 persen (2014).

Proyeksi itu rasanya terlalu rendah. Tahun ini, pertumbuhan ekonomi masih 5,8 persen. Pada triwulan IV-2013, biasanya kementerian dan lembaga ngebut mengejar target absorpsi anggaran. Hal yang sama juga pada perusahaan-perusahaan swasta. Datangnya musim liburan akhir tahun dan Natal juga memberi energi belanja yang lebih sehingga mendorong permintaan agregat.

Tahun 2014, tahun pemilu, akan menumbuhkan asa memiliki presiden dan pemerintahan baru yang lebih kuat. Ujungnya, tumbuh sentimen positif yang bisa memacu investasi. Ini menjadi penopang pertumbuhan ekonomi. Proyeksi Bank Pembangunan Asia (ADB) lebih realistis. Mereka meramal pertumbuhan ekonomi 5,7 persen (2013) dan 6,0 persen (2014).

Proyeksi lembaga-lembaga finansial dunia cukup beragam, misalnya Goldman Sachs 5,4 persen (2013) dan 5,5 persen (2014), HSBC (5,6 dan 5,5 persen), ING (5,9 dan 7 persen), DBS (5,8 dan 6 persen), Economist Intelligence Unit (5,1 dan 5,4 persen), Citigroup (5,7 dan 5,3 persen), Nomura (5,5 dan 5,7 persen), ANZ (5,5 dan 6 persen), Barclays Capital (5,4 dan 5,5 persen), Credit Suisse (5,7 dan 5,5 persen), dan yang paling parah JP Morgan (5,5 dan 4,9 persen). Saya cenderung sependapat dengan ADB dan DBS.

Apakah suku bunga masih akan naik lagi pada Desember 2013? Bisa ya, bisa tidak. Bisa ya jika BI tidak melihat jalan lain untuk menstabilkan rupiah yang saat ini di level Rp 11.600 per dollar AS. Stabilisasi rupiah merupakan tujuan terpenting, melebihi prioritas lainnya. Di sisi lain, BI tetap harus berhitung, kenaikan suku bunga lebih lanjut hanya akan memicu kenaikan suku bunga kredit sehingga menyengsarakan dunia usaha.

Ada tanda kebijakan kenaikan suku bunga ini masih dilanjutkan. Alasannya, mengantisipasi kenaikan suku bunga di AS. Jika suku bunga AS naik (kini suku bunga acuan The Fed hanya 0,25 persen), akan rawan terjadinya aliran modal keluar dari Indonesia.

Namun, tahun depan kita punya modal inflasi yang lebih rendah. Harga minyak mentah dunia hingga tahun depan rasanya masih akan bergerak di antara 100 dollar AS per barrel (minyak West Texas Intermediate) hingga 110 dollar AS (Brent), ditambah lagi pemerintah tidak akan menaikkan harga BBM (mesti subsidi sudah di atas Rp 300 triliun), maka inflasi pun akan turun ke level 5,5 hingga 6,5 persen. Dalam kondisi ini, mestinya BI menurunkan BI Rate.

Keinginan BI agar penyaluran kredit pada industri perbankan hanya tumbuh 15-17 persen tahun depan, saya rasa terlalu konservatif. Pertumbuhan kredit selevel itu hanya akan memacu pertumbuhan ekonomi 5,5 persen. Jika ingin pertumbuhan ekonomi sekitar 6 persen, pertumbuhan kredit mestinya antara 18 hingga 20 persen.

Kita tidak harus mengikuti jejak China untuk mengerem pertumbuhan ekonomi karena situasinya berbeda. Data pengangguran terakhir China adalah 4 persen, atau jauh lebih rendah daripada Indonesia yang sekitar 6 persen. Artinya, bagi Indonesia masih lebih urgen untuk mendorong pertumbuhan ekonomi agar tercipta kesempatan kerja baru daripada menaikkan BI Rate terus-menerus.

A Tony Prasetiantono, Kepala Pusat Studi Ekonomi dan Kebijakan Publik UGM

Banyak peluang di MetroTV

Bagi Anda yang masih memiliki minat menjadi reporter, presenter dan produser terbuka peluang lebar di Metro TV. Dengan program journalist development programme setiap tahun, Metro TV menerima fresh graduate untuk dibina menjadi reporter handal. Training yang diberikan cukup untuk memulai Anda sebagai reporter dan tampil dilayar melaporkan perkembangan nasional.

Syaratnya sederhana saja, Anda memiliki kemajuan menjadi seorang jurnalis yang siap terjun ke lapangan, memiliki pengetahuan luas dan passion terhadap journalism.

Silahkan cek ke : http://career.metrotvnews.com/

News Values

WHAT MAKES A STORY NEWSWORTHY?
As well as the definitions of news that we looked at earlier, a simple guide
as to what makes a story newsworthy follows. A story is newsworthy if it is:
• something that affects a lot of people – new legislation, political or
social issues, jumbo jet crash, for example
• bad (or hard) news – accidents, such as plane and rail crashes, terrorist
attacks and so on
• of human interest – elderly pensioner leaves care home for mansion
after winning the Lottery or brave toddler undergoes heart and lung
transplant would fall into this category
• topical – contains a ‘today’ line
• informative – informs the reader of something new
• unexpected – lightning strikes York Minster, fire breaks out at Windsor
Castle, death of the Princess of Wales and so on
• something that deals with a subject that is currently in vogue – such as
road rage, hospital bugs
• a local or national disgrace – town councillor spotted in brothel, MP in
drugs scandal, say
• of general interest – that is, interesting to the widest possible audience
• something that involves celebrity – the Beckhams’ private lives, Liam
Gallagher’s love life, a soap star’s collagen lip injections and similar

• geographically appropriate to the receiver – stories from Aberdeen,
Derby and Reigate are of less interest to readers in Yorkshire, for
instance, than those from Harrogate, Leeds and Wakefield
• dramatic – life-saving rescues, medical breakthroughs and so on
feature here
• campaigning – examples here would be save our schools, don’t close
our cottage hospital
• superlative – man grows tallest sunflower in Britain, I’ve got the first
ever … longest … smallest … and other such stories
• sexy – Big Brother housemate caught in secret romp with Page 3 girl,
for example
• seasonal – it’s nearly Christmas so let’s look at the odds of snow or it’s
Easter, so let’s do something about chocolate or it’s summer – is there
a drought?
• amazing – 110-year-old great-grandfather still swims 20 lengths every
day in local pool, woman, aged 100, still working as a volunteer at
the soup kitchen she joined as a 17-year-old, psychiatric nurse writes
bestseller and so on
• an anniversary – for example, the world’s first test tube baby is 25
today or it’s exactly five years since the prime minister came to power
• quiet – there’s not much happening, so we’ll use that story about the
dead donkey.

Sumber:

NEWSPAPER JOURNALISM:A PRACTICAL INTRODUCTION
SUSAN PAPE & SUE FEATHERSTONE, 2005, London, Sage Puclication

Investigative Journalism Manual

We can define investigative journalism as:

  • An original, proactive process that digs deeply into an issue or topic of public interest
  • Producing new information or putting known information together to produce new insights
  • Multi-sourced, using more resources and demanding team-working and time
  • Revealing secrets or uncovering issues surrounded by silence
  • Looking beyond individuals at fault to the systems and processes that allow abuses to happen
  • Bearing witness, and investigating ideas as well as facts and events
  • Providing nuanced context and explaining not only what, but why
  • Not always about bad news, and not necessarily requiring undercover techniques – though it often is, and sometimes does.

An investigative reporter needs to have:

  • Curiosity
  • Passion
  • Initiative
  • Logical thinking, organisation and self-discipline
  • Flexibility
  • Good teamworking and communication skills
  • Well-developed reporting skills
  • Broad general knowledge and good research skills
  • Determination and patience
  • Fairness and strong ethics
  • Discretion
  • Citizenship
  • Courage

And finally

Finally, we have noted that though there are shared goals and common standards, there isn’t one, universal model for investigative reporting, and that to get the most out of studying case studies of other investigations, you need to think carefully about the similarities or differences in context between the case study and your own situation as a reporter.

Read more here

 

Timeline US Journalism and the World

Kronologi sejarah jurnalisme di Amerika Serikat dapat Anda kunjungi misalnya di sini.

First English reporter in  the colonies, Captain John Smith, leader of the Jamestown settlement, publishes his newsletter Newes from Virginia
1690 First American newspaper, Publick Occurrences, Both Foreign and Domestick, is published in Boston

http://www.writesite.org/html/tracing.htm

Sedangkan timeline world journalism bisa dikunjungi di http://www.timelinesdb.com/listevents.php?subjid=628&title=Journalism

The State of the News Media 2012

Situs State of Media merupakan salah satu situs yang memantau perkembangan media di Amerika Serikat.

The State of the News Media 2012 is the ninth edition of our annual report on the status of American journalism.
This year’s study contains surveys examining how news consumers use social mediaand how mobile devices could change the news business and an update on the rapid changes in community news. And each industry sector chapter consists of two parts: a summary essay, which tells the story of that sector, and a data section, which presents a full range of statistics graphically rendered. The report is the work of thePew Research Center’s Project for Excellence in Journalism a nonpolitical, nonpartisan research institute funded by the Pew Charitable Trusts

Published March 19, 2012

http://stateofthemedia.org/

Writing Broadcast News

Five C’s pf Broadcast News Writing
Untuk menulis untuk telinga kita harus belajar dan mempraktekan lima C : Conversional, Clear, Concise, Compelling dan Cliche Free.
1. Conversional
Saat Anda menulis untuk siaran maka Anda menulis untuk telinga, untuk didengarkan. Audiens mendengar dan melihat berita dalam televisi maka televisi merupakan perangkat paling baik dalam menyampaikan informasi kepada publik. Namun kelemahannya pemirsa hanya memiliki satu kali kesempatan mengikuti berita. Ini berarti kita harus menggunakan bahasa percakapan karena dengan cara itu mereka terbiasa mendengarkan. Cara ini membantu mereka memahami berita dengan cepat.
Tulislah dengan cara orang berbicara. Pikirkan bagaimana kita merespon ketika seseorang bertanya mengenai apa yang terjadi hari ini. Kita tidak menjawab dengan berbicara soal peristiwa rutin. Kita memberitahukan apa yang yang paling penting dan menarik.
Oleh karena itu berilah pemirsa berita paling penting dulu. Dalam percakapan kita juga jarang menggunakan kalimat yang kompleks dengan anak kalimat. Janganlah hal ini dilakukan dalam siaran berita.
2. Clear
Batasi satu kalimat dengan satu ide. Cara ini mempermudah pemirsa untuk memagami sebuah gagasan. Saat kita menggunakan kata sambung “dan” atau koma maka kalimatnya akan menjadi kompleks. Dalam siaran letakkan atribusi dulu sebelum pertanyaan, subyek sebelum kata kerja. Sebuah kutipan tanpa atribusi mengesankan pendapat dari penyiar.
Contoh buruk: Ini adalah kasus penggelapan terbesar yang pernah saya saksikan
Contoh baik: Walikota mengatakan ini adalah kasus penggelapan terbesar yang pernah dilihatnya.
Hindari nama di kata pertama sebuah kalimat jika memungkinkan. Jika tidak ulanglah nama itu kemudian.
Jangan pula menuliskan terlalu banyak angka. Angka sulit untuk diikuti. Buatlah mereka mudah paham. Batasi satu kalimat satu angka dan jangan meletakkan angka pada kata pertama karena akan membingungkan.
Contoh buruk: Tiga belas orang tewas ketika kereta api anjlok dekat St Louis, namun 150 penumpang selamat dalam kecelakaan KA ke-10 tahun ini
Contoh baik: Kecelakaan kereta api dekat St Louis menewaskan 13 penumpang. Sedikitnya 150 penumnpang selamat darri musibah ini.
3. Concise
Gunakan kalimat singkat. Kalimat deklaratif merupakan jantung dari broadcasts news writing. Leakkan subjek di bagian pertama, disusul dengan kata kerja dan objek.
Tuliskan kalimat pendek. Riset mengungkapkan, kalimat pendek mudaih dipahami dan lebih kuat.
4. Compelling
Tuliskan kalimat aktif. Penulis berita menggunakan kalimat aktif dan lebih kuat daripada kalimat panjang.
Menulis kalimat aktif sulit dilakukan dengan baik namun ini merupakan ciri dari power producer.
Contoh buruk: Bola ditendang oleh John keluar lapangan.
Contoh baik : John menendang bola ke luar lapangan.
5. Clichee Free
Klise merupakan penyakit bagi berita televisi. Bahasa klise akan meracuni berita yang ditayangkan. Bahasa ini sering tidak tepat dan menyesatkan. Usahakan menghindari bahasa klise dalam penulisan naskah.
Kata-kata tak bermanfaat
Selain klise ada kategori kata-kata lainnya yang disebut “dumb words” atau kata-kata yang tidak bermanfaat yang sering digunakan produser, penulis naskah dan wartawan.
1. Allegedly (diduga/disangka): inilah klise yang tidak berguna dalam naskah siaran. Banyak penulis naskah siaran menggunakan kata “allegedly” karena mereka tidak mau melaporkan seseorang itu bersalah atas sebuah kejahatan.
2. Reportedly (dilaporkan): ini adalah kata lain yang banyak digunakan produser dan reporter karena terlalu malas mendapatkan informasi akurat dan atribusi yang jelas.
3. Apparently (tampaknya): kata-kata ini dengan dengan reportedly.
4. Undtermined (belum dipastikan): jika kita tidak tahu jangan menyembunyikan fakta.
5. Suspect (tersangka): kata ini sering disalahgunakan. Yang berarti polisi memiliki nama seseorang yang melakukan kejahatan. Kecuali kalau identitas jelas dan orang itu diketahui jangan gunakan kata “tersangka”.
6. Officials say (pejabat mengatakan): kita akan mengetahui siap yang mengatakan atau tidak sama sekali. Jangan kita tidak tahu sumbernya jangan menggunakan sumber yang mengambang.
7. Recent reports (laporan baru-baru ini) : kita mendengar berita merujuk kepada (laporan baru-baru ini). KAdang-kadang produser dan reporter menggunakan phrasa ini karen beritanya tidak baru dan mereka berusaha menyembunyikan fakta.
LEADS THAT SELL
Setia berita dalam buletin harus dimulai dengtan kalimat utama yang kuat. Lead yang paling efektif merujuk kepada beberapa unsur berita yang penting atau menarik bagi pemirsa, disebut juga “hook” (cantelan).
1.Put a “hook” in the lead
Kalimat utama dalam berita biasanya terkait dengan audiens, menghubungkan berita dengan mereka.
2. Avoid long leads
Hindari kalimat utama yang panjang. Sebagian besar surat kabar berusaha memasukkan semua informasi penting dalam berita. Dalam berita televisi kita tidak perlu meletakkan semua fakta dalam satu kalimat utama.
3. Keep the lead timely
Kelebihan dari berita televisi adalah waktu. Stasiun televisi biasanya beroperasi 24 jam.Jika peristiwa terjadi pagi maka bisa menjadi berita pada petangnya.
(to be continued)

Building the News Show

BASIC FRAMEWORK

Format
Program buletin harus diatur terpisah dengan iklan sehingga tidak banyak menganggu di satu segmen. Format juga bervariasi tergantung kepada durasi buletin dan waktu penayangannya. 

Rundown
Rundwon merupakan daftar berita yang diatur dengan sekuen yang logis yang dibuat dari satu sistem komputer redaksi. Rundown ini merupakan peta jalan dari berita dan produksi. Menjelang siaran, tim produser membagi tugas seperti penulisan naskah, mengatur prioritas editing tape dan grafik serta menentukan durasi setiap berita.


THE LEAD

Setiap rundwon memerlukan berita utama yang memberikan awal yang kuat dan menarik para pemirsa kepada program buletin. Tanpa berita utama yang kuat kita seperti memberitahukan pemirsa tidak ada sesuatu yang penting terjadi hari ini dan tidak ada alasan untuk tetap duduk menonton.

Dalam pengembangan rundown, memilih berita utama merupakan keputusan yang paling penting. Sebagai produser mungkin kita tidak menentukan keputusan final karena pemred atau direktur pemberitaan di banyak redaksi memiliki otoritas menentukan mana yang jadi berita utama.

Enterprising the lead
Salah satu cara bagaimana kita memiliki berita utama yang kuat adalah melalui perencanaan. Mengapa harus menunggu berita utama muncu tiba-tiba dari peristiwa harian? Enterprise reporting (liputan yang menyeluruh dan mendalam) dan perencanaan awal akan melahirkan berita utama yang kuat. Enterprise lead akan memberi audiens berita yang unik serta memiliki alasan agar mereka tetap menonton.

Intinya, jangan biarkan berita utama di tangan dewa berita. Jangan tunggu sampai pagi hari untuk mengembangkan berita utama yang potensial. Rencanakan berita utama seawal mungkin. Bekerja lebih awal akan membuat para reporter memiliki peluang mengembangkan angle yang berbeda dan memproduksi berita yang membuat liputannya dapat dikenang.

Mengembangkan lead
Banyak perdebatan mengenai konsep apa yang membuat bagus berita utama. Namun setiap orang setuju bahwa berita yang kuat menyebabkan banyak orang tersentuh emosio, intelektual dan kehidupannya. Biasanya disebut juga a water-cooler story, berita yang dibicarakan di tempat bekerja mereka.

Berita utama perlu dikembangkan secara hati-hati. Oleh sebab itulah mengapa power producer menghabiskan banyak waktunya untuk mengerjakan berita utama. Mereka ingin yakin semua elemen berita terliput dan mempersentasikan kepada pemirsa agar mudah dipahami mengapa ini berita utama.

Packaging the lead
Terdapat beberapa cara untuk membuat paket berita utama terlihat penting. Cara yang populer adalah liputan besar dan tim yang besar.Untuk membuat berita utama paket durasinya harus panjang. Buatlah berita utama lebih dari satu berita.Kembangkan berita lain untuk meletakkan berita utama dalam konteks atau menambah aspek kemanusiaan.

Tempatkan semua berita yang terkait berita utama dengan grafik seperti “Top Story” 

Cara yang biasa dilakukan untuk menjual berita utama adalah dengan laporan live reporter dari lokasi peristiwa.

Tipe lead lainnya
Kadang-kadang produser tidak memiliki berita yang kuat atau bahkan berita kuat yang tidak jelas. Bahkan mungkin pula memiliki apa yang disebut umbrella lead.

Masalah lainnya ketika produser memilih sebuah berita utama. Dulu pernah ada konvensi menahan berita utama sampai jam 18.00 namun sekarang tidak lagi terjadi. Namun demikian kita bisa menjaga kepentingan audiens dengan memilih berita utama yang berbeda. Misalnya setengah jam pertama dengan berita yang ditujukan kepada audiens spesifik. Setengah jam kemudian menyajikan berita dengan perlakuan berbeda.

THE OPEN
Buletin berita harus dimulai dengan berita sekuat mungkin. Tidak hanya buletin berita ini memerlukan berita utama yang kuat tetapi juga rekaman yang sudah diproduksi terlebih dahulu dan bahkan membuat reaser untuk menjangkau penonton sebanyak mungkin.

Opens don’t open
Pembukaan biasanya dengan menyebutkan nama presenter saja. Namun dengan membuka buletin dengan berita secepat mungkin akan memberi kesempatan untuk merangkul auidens lebih cepat.


Seamless breaks
Selama bertahun-tahun power producer belajar bahwa kita perlu untuk secepat mungkin masuk berita untuk mempertahankan audiens. Cara terbaik adalah dengan menghilangkan break. Ini berarti tidak iklan antara lead in dan lead out program dan buletin.


THEBLOCKS
Saat buletin berita yang mulai langkah berikutnya mengisi blok-blok di rundown. Blok ini antara berita dan iklan. Blok ini berisi berita mengenai olahraga, lalu lintas, internasional atau cuaca. Cara menamai blok bermancam-macam tergantung dari sistem yang digunakan oleh redaksi. Setiap blok memainkan peran penting dalam buletin berita.

The A block
Blok A merupakan blok paling penting untuk merangkul penonton. Untuk alasan itu blok ini biasanya lebih panjang. Gagasannya mencegah penonton lari ke televisi lain atau ke televisi pesaing. Biasanya disebut “front-loading”. Beberapa stasiun televisi menentukan blok  ini lebih panjang antara 10 sampai 11 menit.

Kadang-kadang satu stasiun televisi menyebutnya mini buletin karena didalamnya ada berita utama dilanjutkan dengan berita singkat olahraga atau cuaca.

The B block
Di blok ini kita menyimpan berita lainnya atau bahkan laporan khusus. Dengan mempromosikan di akhir segmen A maka bisa menahan penonton untuk tetap di saluran kita. Mulailah blok B dengan berita yang hampir penting seperti halnya berita utama. Mulailah blok ini dengan bambar vieo yang kuat dan jangan pernah memulai dengan “reader”.


The Weather block
Laporan cuaca biasanya lebih penting dari berita lainnya. Peneliti di Amerika menemukan laporan cuaca menjadi berita di atas ketika ditanya soal berita yang penting. INi masuk akal karena cuaca mempengaruhi hampir setiap orang dalam kehidupannya.


The sports block
Namun di sisi lain di Amerika, segmen sport biasanya rendah penonton. Penggemar olahraga biasanya kaum muda dan jarang melihat berita. Namu demikian olahraga tetap penting untuk diliput. Pemasang iklan menyukai olahraga karena penonton muda.

Power producer berusaha menempatkan berita kuat sekitar olahraga atau cuaca. Laporan mengenai cuaca buruk seperti tornado atau hurikane merupakan hal menarik terkait dengan laporan cuaca.


Other blocks
Tentu saja tidak semua buletin diproduksi dengan pembagian blok yang sederhana. Bukan ide yang buruk menempatkan laporan cuaca sebelum break dengan informasi akan kembali dengan laporan lebih besar.


The last blocks
Segeman terakhir di buletin berita biasanya menempatkan berita terakhir, kata penutup dari presenter dan menyebutkan program berikutnya. Namun kita dapat memasukkan lagi berita-berita utama secara singkat atau menyampaikan informasi terbaru atas breaking news. Bisa juga presenter menyampaikan apa berita besar hari berikutnya. Penonton tidak hanya ingin tahu apa yang terjadi tetapi juga yang akan terjadi. Selain itu dapat disampaikan berita menarik hari berikutnya dan lanjutan berita hari ini. Ini semacam promosi yang cerdas serta memberikan alasan kepada penonton agar kembali menyaksikan acara kita.


Longer newscasts
Seperti halnya program buletin setengah jam, program satu jam memerlukan perlakukan khusus. Teori bertahan menonton yang dipegang programer menyebutkan audiens itu berpindah saluran pada satu jam siaran meskipun tidak lagi berlaku setelah adanya remote control. 

Namun dalam siaran satu jam khususnya berita yang dimulai pukul 1700 maka akan memiliki berita utama kedua pada pukul 17.39 didahului dengan beberapa promo agar penonton tetap bertahan selama setengah jam ke depan.
Siaran satu jam memerlukan berita utama pada akhir jam karena kita mempromokannya pada akhir segemen A dan beberapa lainnya sepanjang siaran.
STORY COUNT AND FLOW


Ringkasan Chapter 6, Power Producer by Dow Smith

Getting News

Power producer yakin memiliki berita-berita yang kuat. Mereka meramu berbagai berita untuk membuat program siaran yang berhasil dan berimbang.Mereka tidak hanya tergantung kepada kantor berita tetapi keluar dari rutinitas. Power producer mengembangkan “visi” untuk menciptakan liputan berita.

Dalam bagian ini kita akan mengkaji masalah yang berkaitan dengan sumber berita dan bagaimana kita memberikan pemirsa dengan program berita lebih baik melalui enterprise reporting.
Jika kita melihat ribuan siaran berita, kita mungkin setuju bahwa sebagian besar membosankan dan bersifat rutin. Beritanya tidak menarik dan sebagian berita tidak penting. Hal ini merupakan komentar menyedihkan bagi produser.

Mengapa begitu banyak siaran berita membosankan? Kita bisa mengarahkan kepada reporter yang tidak bersemangat, editor yang kelebihan beban dan kelemahan kepemimpinan dari direktur pemberitaan namun jangan diabaikan produser yang tidak kreatif.

Kita bisa menerobos kebosanan dan rutinitas ini. Langkah pertamanya dengan raw material (bahan mentah) yakni berita itu sendiri. Misalnya kecelakaan lalu lintas, pembukaan supermarket dan kunjungan pejabat pemerintah seperti berita tetapi bagi pemirsa tidak banyak artinya.

Seorang power producer daripada menerima daftar liputan berita mereka menggali bahan mentah untuk mendapatkan berita yang bernilai. Atau mereka mengembangkan berita yang sudah ada dalam siaran berita. 

Bagi program buletin, sebuah visi berarti karakter berita. Yakni untuk menciptakan visi program, menentukan jenis berita yang penting dan menarik bagi pemirsa. Membentuk visi ini perlu melalui dua langkah. Pertama, membantu newsroom/redaksi memahami jenis berita yang diperlukan untuk program buletin. Kedua bagaimana berita itu diliput secara tepat.

Menata berita sendiri
Apapun visi atau karakter program buletin yang dibuat ditujukan untuk mendorong pemirsa agar tetap bersama program kita. Jawaban dari berita yang membosankan dan rutin adalah “enterprise reporting”. Istilah ini merujuk kepada laporan yang original atau upaya mengembangkan berita ekslusif untuk kita.

Power producer melakukan enterprise reporting melalui persiapan awal:
1. Tentukan target dengan sedikitnya dua berita orisinal.
2. Bekerja lebih awal. Bicaralah kepada reporter mengenai gagasan berita untuk hari berikutnya.
3. Siaplah untuk memberikan pengarahan singkat kepada report mengenai berita yang dikembangkan termasuk soal kemungkinan wawancara.
4. Doronglah agar setiap orang di newsroom mengajukan usulan tidak hanya reporter dan produser.
5. Kajilah rencana liputan.

Dengan mengantisipasi peristiwa kita memiliki waktu untuk liputan yang kreatif. JIka kita ingin mendorong reporter melakukan enterprise reporting maka buatlah sesuatu itu penting. Berikut cara mengkomunikasi berita penting ini.
1. Temukan cara untuk memberi penghargaan kepada reporter yang muncul dengan berita terbaik atau orisinal.
2. Pujilah secara terbuka dan rayakan keunggulan enterprise reporting di redaksi.
3. Dorong reporter bertanggung jawab untuk mengajukan liputan regulernya seperti pendidikan, keehatan dan bisnis, diluar berita spot.

Bagaimana mendapatkan berita
Power producer melihat sekelilingnya untuk mencari berita potensial. Mereka tidak terbatas pada kantor berita, surat kabar dan kompetitor. Kita bisa melihat hal menarik dan relevan di sekeliling kita seperti:
1. Kita melihat sesuatu ketika bepergian ke tempat kerja seperti kenaikan harga BBM
2. Tetangga kita bercerita tentang sebuah skandal
3. Selebaran dari sebuah organisasi memperingatkan tentang ancaman lingkungan
4. Anggota keluarga yang bekerja di pemerintahan bercerita mengenai gugatan potensial
5. Keluhan melalui telepon atau surat ke redaksi mendorong untuk diliput karena menyangkut topik sensitif.
6. Seorang teman terkena penyakit yang belum pernah kita dengar.

Sumber berita tradisional
1. Kantor berita seperti AP, Reuters, AFP dan Antara (di Indonesia)
2. Surat kabar
3. Radio
4. Kompetitor
5. Beat calls
6. Scanners, artinya mendengarkan pembicaraan seperti polisi, pemadam kebakaran
7. Bocoran melalui telepon
8. Siaran pers
9. Jumpa pers
10.Video News Releases
11. Bidang liputan reporter

Breaking News

Mendapatkan berita besar merupakan impian setiap produser. Berita besar seperti kecelakaan pesawat, bencana alam


Roll Everything (Putar semuanya)

Ketika breaking news terjadi penonton akan mulai mencari liputan terbaik dan informasi terbaru. Oleh sebab itu penting stasiun televisi menayangkan cepat liputannya. Ketika beritanya penting untuk pemirsa hentikan program rutin. Jangan terhambat oleh keterbatasan. Kreatiflah. Jika kita membutuhkan SNG tetapi tidak punya di daerah tertentu menyewalah.

Team Coverage (Liputan tim)
Salah satu cara untuk meliput berita besar adalah melalui liputan tim. Ini berarti menugaskan reporter untuk meliput setiap aspek dari berita besar. Dengan mengerahkan satu tim ini menunjukkan komitmen untuk menggarap berita yang menjadi perhatian. Tim yang baik ini merupakan bagian dari alat promosi namun juga kerja jurnalisme yang baik.

Stay with the story
Berita besar akan menyita energi redaksi. Ketika setiap orang di redaksi lelah menggarap berita besar penonton malah sering ingin lebih banyak lagi liputan. Temukan angle baru dan berbeda. 

Covering disaster
Setiap redaksi perlu memiliki rancangan menghadapi liputan bencana. Rencana liputan bencana harus berisi mengenai daftar penugasan. Misalnya produser yang menangani buletin, staf yang mengendalikan control room terus menerus, staf yang bertindak antara desk, tape editing dan show producer srta menangani permintaan dari stasiun tv lain dan jaringan tv lain.
 
Sumber: Power Producer by Dow Smith(2002)

Television Market and Community

Faktor besar yang menentukan berita apa yang akan muncul di stasiun televisi kita tergantung pasar dan audiensnya. Karena setiap pasar dan komunitasnya berbeda maka pilihan terhadap beritanya oleh seorang produser akan berbeda. Dan karena berbeda, maka produser yang handal akan selalu belajar mengenai pasar dan komunitasnya.

Pahami dimana kita hidup dan bekerja

Setiap produser seperti dalam sebuah studi di Amerika Serikat bertahan di sebuah stasiun TV selama 2,5 tahun. Seorang produser kadang bertahan tidak lama karena perubahan program.

Untuk menghindari matinya karir kita maka ketahuilah pasar yang baru dengan cepat. Kembangkan rencana dan jadwal untuk mempelajari pasar sebagai bagian dari pekerjaan kita. Langkah ini merupakan investasi untuk sukses kita di sebuah stasiun televisi dan modal untuk menjadi produser handal.

Apa pasar (market)  itu ?

Sebelu mengetahui pasar perlu dibedakan antara pasar dan komunitas.

Kata “pasar” (market) merupakan peristilahan pertelevisian. Istilah ini merujuk kepada satu kluster wilayah dimana siaran televisi dipancarkan. Nielsen Media Research menyebutnya DMA atau Designated Market Area. 

Komunitas (community) berarti sebuah kota atau kelompok masyarakat yang memiliki kesamaan mengenai tempat mereka tinggal. Untuk memahami audiens kita maka istilah komunitas lebih mudah dipahami.

Dalam televisi berita kita dipaksa untuk berhadapan dengan istilah pasar dan komunitas. Stasiun televisi kita memasang iklan berdasarkan sebuah pasar sehinga sukses kita sebagai produser didasarkan pada kemampuan untuk menentukan rating di pasar secara keseluruhan.

Untuk membuat keputusan pemilihan berita (news judgement) dan bobot berita maka mengetahui komunitas merupakan sesuatu yang penting. Sebagai produser kita bertanya kepada diri sendiri seperti : Apakah seseorang di luar kita peduli akan berita ini? atau Apakah berita ini begitu kuat sehinga setiap orang di pasar kita akan tertarik?

Lalu apa yang penting dalam sebuah berita? Setiap produser aka menghadapi masalah sama. Di pasar manapun, memproduksi sebuah berita hampir tidak mungkin untuk memuaskan semua orang. 

Bagaimana kaitan antara pasar dan audiens?

Karakter dari pasar televsi kita akan membentuk setiap berita apakah berita kriminal, spot, politik, ekonomi atau lingkungan. Dalam menentukan apa yang diliput, bagaimana meliputnya dan bagaimana menayangkannya maka keunikan audiens merupakan faktor menentukan.

Produser berbeda dengan audiens

Mengetahui audiens kita merupakan tantangan yang sulit. Kita berbeda dengan pemirsa kita. Pengalaman hidup kita, minat dan kepedulian berbeda dengan audiens kita.

Produser kadang lebih muda dan berpendidikan. Sedangkan pemirsa kadang berusia lebih tua dan berpenghasilan lebih rendah. Sebagian pemirsa mungkin dari kelompok minoritas, mungkin sudah berkeluarga, sudah memiliki anak dan memiliki KPR. Bahkan mungkin audiens lebih konservatif dari produser.

Bagaimana mempelajari market dan audiens kita

Jika kita mempelajari market dengan cepat tetapi sistematis kita mampu menguji asumsi kita berdasarkan pengalaman pribadi. 

Selain itu untuk mempelajari pasar maka kita bisa membaca surat kabar, membeli sebuah buku mengenai kawasan dimana pasar kita berada, membeli peta, menjelajah internet, meminta bantuan pengusaha, menjelajah kota, terlibat dalam kegiatan sosial atau menjadi relawan.
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 53 pengikut lainnya.