Writing Broadcast News

Five C’s pf Broadcast News Writing
Untuk menulis untuk telinga kita harus belajar dan mempraktekan lima C : Conversional, Clear, Concise, Compelling dan Cliche Free.
1. Conversional
Saat Anda menulis untuk siaran maka Anda menulis untuk telinga, untuk didengarkan. Audiens mendengar dan melihat berita dalam televisi maka televisi merupakan perangkat paling baik dalam menyampaikan informasi kepada publik. Namun kelemahannya pemirsa hanya memiliki satu kali kesempatan mengikuti berita. Ini berarti kita harus menggunakan bahasa percakapan karena dengan cara itu mereka terbiasa mendengarkan. Cara ini membantu mereka memahami berita dengan cepat.
Tulislah dengan cara orang berbicara. Pikirkan bagaimana kita merespon ketika seseorang bertanya mengenai apa yang terjadi hari ini. Kita tidak menjawab dengan berbicara soal peristiwa rutin. Kita memberitahukan apa yang yang paling penting dan menarik.
Oleh karena itu berilah pemirsa berita paling penting dulu. Dalam percakapan kita juga jarang menggunakan kalimat yang kompleks dengan anak kalimat. Janganlah hal ini dilakukan dalam siaran berita.
2. Clear
Batasi satu kalimat dengan satu ide. Cara ini mempermudah pemirsa untuk memagami sebuah gagasan. Saat kita menggunakan kata sambung “dan” atau koma maka kalimatnya akan menjadi kompleks. Dalam siaran letakkan atribusi dulu sebelum pertanyaan, subyek sebelum kata kerja. Sebuah kutipan tanpa atribusi mengesankan pendapat dari penyiar.
Contoh buruk: Ini adalah kasus penggelapan terbesar yang pernah saya saksikan
Contoh baik: Walikota mengatakan ini adalah kasus penggelapan terbesar yang pernah dilihatnya.
Hindari nama di kata pertama sebuah kalimat jika memungkinkan. Jika tidak ulanglah nama itu kemudian.
Jangan pula menuliskan terlalu banyak angka. Angka sulit untuk diikuti. Buatlah mereka mudah paham. Batasi satu kalimat satu angka dan jangan meletakkan angka pada kata pertama karena akan membingungkan.
Contoh buruk: Tiga belas orang tewas ketika kereta api anjlok dekat St Louis, namun 150 penumpang selamat dalam kecelakaan KA ke-10 tahun ini
Contoh baik: Kecelakaan kereta api dekat St Louis menewaskan 13 penumpang. Sedikitnya 150 penumnpang selamat darri musibah ini.
3. Concise
Gunakan kalimat singkat. Kalimat deklaratif merupakan jantung dari broadcasts news writing. Leakkan subjek di bagian pertama, disusul dengan kata kerja dan objek.
Tuliskan kalimat pendek. Riset mengungkapkan, kalimat pendek mudaih dipahami dan lebih kuat.
4. Compelling
Tuliskan kalimat aktif. Penulis berita menggunakan kalimat aktif dan lebih kuat daripada kalimat panjang.
Menulis kalimat aktif sulit dilakukan dengan baik namun ini merupakan ciri dari power producer.
Contoh buruk: Bola ditendang oleh John keluar lapangan.
Contoh baik : John menendang bola ke luar lapangan.
5. Clichee Free
Klise merupakan penyakit bagi berita televisi. Bahasa klise akan meracuni berita yang ditayangkan. Bahasa ini sering tidak tepat dan menyesatkan. Usahakan menghindari bahasa klise dalam penulisan naskah.
Kata-kata tak bermanfaat
Selain klise ada kategori kata-kata lainnya yang disebut “dumb words” atau kata-kata yang tidak bermanfaat yang sering digunakan produser, penulis naskah dan wartawan.
1. Allegedly (diduga/disangka): inilah klise yang tidak berguna dalam naskah siaran. Banyak penulis naskah siaran menggunakan kata “allegedly” karena mereka tidak mau melaporkan seseorang itu bersalah atas sebuah kejahatan.
2. Reportedly (dilaporkan): ini adalah kata lain yang banyak digunakan produser dan reporter karena terlalu malas mendapatkan informasi akurat dan atribusi yang jelas.
3. Apparently (tampaknya): kata-kata ini dengan dengan reportedly.
4. Undtermined (belum dipastikan): jika kita tidak tahu jangan menyembunyikan fakta.
5. Suspect (tersangka): kata ini sering disalahgunakan. Yang berarti polisi memiliki nama seseorang yang melakukan kejahatan. Kecuali kalau identitas jelas dan orang itu diketahui jangan gunakan kata “tersangka”.
6. Officials say (pejabat mengatakan): kita akan mengetahui siap yang mengatakan atau tidak sama sekali. Jangan kita tidak tahu sumbernya jangan menggunakan sumber yang mengambang.
7. Recent reports (laporan baru-baru ini) : kita mendengar berita merujuk kepada (laporan baru-baru ini). KAdang-kadang produser dan reporter menggunakan phrasa ini karen beritanya tidak baru dan mereka berusaha menyembunyikan fakta.
LEADS THAT SELL
Setia berita dalam buletin harus dimulai dengtan kalimat utama yang kuat. Lead yang paling efektif merujuk kepada beberapa unsur berita yang penting atau menarik bagi pemirsa, disebut juga “hook” (cantelan).
1.Put a “hook” in the lead
Kalimat utama dalam berita biasanya terkait dengan audiens, menghubungkan berita dengan mereka.
2. Avoid long leads
Hindari kalimat utama yang panjang. Sebagian besar surat kabar berusaha memasukkan semua informasi penting dalam berita. Dalam berita televisi kita tidak perlu meletakkan semua fakta dalam satu kalimat utama.
3. Keep the lead timely
Kelebihan dari berita televisi adalah waktu. Stasiun televisi biasanya beroperasi 24 jam.Jika peristiwa terjadi pagi maka bisa menjadi berita pada petangnya.
(to be continued)

One thought on “Writing Broadcast News

  1. Jakarta 6 Juni 2012

    Sejalan mengikuti perkembangan Pilkada Di Jakarta , kami yang tergabung dalam Lembaga Kontak Budaya Komunikasi Indonesia DKI Jakarta (DPW KOBUKI DKI Jakarta) setelah mengadalah penelponan pada bang Foke dan di terima oleh asistennya yang berjanji akan menghubungai kami kembali , namun nyatanya tidak ada telpon kembali ataupu tanggapan yang pasti, itu berarti profil bang froke sangat di ragukan dalam menepati janji dimana no telpon tersebut kami kami ingat yakni No Hpnya Foke 08129830499. Karena kami juga bagian dari masyarakat yang sudah sewajarnya apabila di perhatikan di ditanggapi dengan baiak, namun kenyataannya kami sampai sekarang belum ada tanggapan yang baik. Bahkan hanya janji-janji saja. Padahal kalau beliau pemimpin yang bijakasana pastilah menanggapi juga mengarahakan , itu artinya keseriusan untuk menjadi Pemimpin DKI jakarta yang baik . seiring deanga itu saya teringat kata pemimpin Muda yang bijaksana yakni Ketua Umum/Ajaraham DPP KOBUKI Prof.DR.KH. Nanang Hariadi (Gus har) katanya “ KALAU ENGAKU CARI PIMIMPIN YANG MEMPUNYAI 3 SYARAT : 1) DIA FIKIRKAN 2) DIA LISANKAN 3 ) DIA LAKSANAKAN . “ artinya kalau menurut Pemengertian kami seorang pemimpin itu sebaikanya segala sesuatu yang dia pikirkan dia lisankan dan dia laksanakan apa yang dia lisankan dan dia pikirkan tersebut. Sebab jaman sekarang banyak pemimpin hanya pandai Bicara namun tidak dia fikirkan apalagi dia laksanakan. Oleh sebab itu kalau menurut kami apabila ada seorang pemimpin yang akan menjadi Gubernur DKI Jakarta nanti perlu adanya Menhayati Ungkapan Gus tersebut di atas , barulah akan kami dukung juga akan kami himbaukan kepada 300 ribu masya kami yang ada di DKI Jakarta siapapu orang baik Itu Jokowi atau Alex atau faisal Basri atau Hidayat nurwahid juga yang lain-lain.
    Oleh seaba itu kalau kami boleh berpendapat Shahabat kami Syech Misbah yang tinggal di Tegal yang juga Murid dari Gus Har “ menurut pendapatnya sepertinya yang akan Jadi Seorang Pemimpin DKI Jakarta itu seorang Tentara yang berdiri di Bendera Kemakmuran dan dia seorang yang punyai wawasan kebangsaan yang tinggi berasal dari luar Jawa itulah orang yang bakal jadi Gubernur DKI Jakarta Amien. Berangkat dari situlah kami mencari dan mencoba untuk menghubunga Alex Nurdin mungkin dia yang akan jadi Gubernur DKI Jakarta periode tahun 20012 sanpai dengan 2017 mendatang . Naunun kalau kami tidak ada line untuk kesana maka kami akan tanyakan terlebih dahulu pada Ketua Umum DPP KOBUKI, sebeb Ketua Umum itu juga seorang yang diberi kelebihan oleh Alloh SWT ya kami katakan Tahu Sebelum terjadi “ seperti Cerita Shahabat kami pak Udin dari mampang “ Bahwa dulu ketika terjadi Pilkada 2007 antara Bang fauji Bowo dan adang djrojatun “gus har itu sebelum pemilihan Gubernur kurang 7 hari tepatnya satu minggu sebelum di laksanakan pemilihan Gus Har itu di Telp Oleh Pak Prijanto yang bunyinya bertanya Gimana Gus Har Peta Kekuatan …? Jawab Gus Har Kurang lebih Peta 60 Persen banding kurang lebih 40 persen Pak prjanto . dan Hal tersebut terbukti ketika dilaksanakan Pilkada 2007. Demikian salam dari Informasi dari kami jajaran Pengurus Wilayah Kontak Budaya Komunikasi Indonesai Daerah Khusus Ibukota Jakarta kami sampaikan terima Kasih atas perhatian dan Partisipasinya Wassalam

    Bagus Sukatman
    Wakil DPW KOBUKI DKI JAKARTA.
    HP 081283633545

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s