Getting News

Power producer yakin memiliki berita-berita yang kuat. Mereka meramu berbagai berita untuk membuat program siaran yang berhasil dan berimbang.Mereka tidak hanya tergantung kepada kantor berita tetapi keluar dari rutinitas. Power producer mengembangkan “visi” untuk menciptakan liputan berita.

Dalam bagian ini kita akan mengkaji masalah yang berkaitan dengan sumber berita dan bagaimana kita memberikan pemirsa dengan program berita lebih baik melalui enterprise reporting.
Jika kita melihat ribuan siaran berita, kita mungkin setuju bahwa sebagian besar membosankan dan bersifat rutin. Beritanya tidak menarik dan sebagian berita tidak penting. Hal ini merupakan komentar menyedihkan bagi produser.

Mengapa begitu banyak siaran berita membosankan? Kita bisa mengarahkan kepada reporter yang tidak bersemangat, editor yang kelebihan beban dan kelemahan kepemimpinan dari direktur pemberitaan namun jangan diabaikan produser yang tidak kreatif.

Kita bisa menerobos kebosanan dan rutinitas ini. Langkah pertamanya dengan raw material (bahan mentah) yakni berita itu sendiri. Misalnya kecelakaan lalu lintas, pembukaan supermarket dan kunjungan pejabat pemerintah seperti berita tetapi bagi pemirsa tidak banyak artinya.

Seorang power producer daripada menerima daftar liputan berita mereka menggali bahan mentah untuk mendapatkan berita yang bernilai. Atau mereka mengembangkan berita yang sudah ada dalam siaran berita. 

Bagi program buletin, sebuah visi berarti karakter berita. Yakni untuk menciptakan visi program, menentukan jenis berita yang penting dan menarik bagi pemirsa. Membentuk visi ini perlu melalui dua langkah. Pertama, membantu newsroom/redaksi memahami jenis berita yang diperlukan untuk program buletin. Kedua bagaimana berita itu diliput secara tepat.

Menata berita sendiri
Apapun visi atau karakter program buletin yang dibuat ditujukan untuk mendorong pemirsa agar tetap bersama program kita. Jawaban dari berita yang membosankan dan rutin adalah “enterprise reporting”. Istilah ini merujuk kepada laporan yang original atau upaya mengembangkan berita ekslusif untuk kita.

Power producer melakukan enterprise reporting melalui persiapan awal:
1. Tentukan target dengan sedikitnya dua berita orisinal.
2. Bekerja lebih awal. Bicaralah kepada reporter mengenai gagasan berita untuk hari berikutnya.
3. Siaplah untuk memberikan pengarahan singkat kepada report mengenai berita yang dikembangkan termasuk soal kemungkinan wawancara.
4. Doronglah agar setiap orang di newsroom mengajukan usulan tidak hanya reporter dan produser.
5. Kajilah rencana liputan.

Dengan mengantisipasi peristiwa kita memiliki waktu untuk liputan yang kreatif. JIka kita ingin mendorong reporter melakukan enterprise reporting maka buatlah sesuatu itu penting. Berikut cara mengkomunikasi berita penting ini.
1. Temukan cara untuk memberi penghargaan kepada reporter yang muncul dengan berita terbaik atau orisinal.
2. Pujilah secara terbuka dan rayakan keunggulan enterprise reporting di redaksi.
3. Dorong reporter bertanggung jawab untuk mengajukan liputan regulernya seperti pendidikan, keehatan dan bisnis, diluar berita spot.

Bagaimana mendapatkan berita
Power producer melihat sekelilingnya untuk mencari berita potensial. Mereka tidak terbatas pada kantor berita, surat kabar dan kompetitor. Kita bisa melihat hal menarik dan relevan di sekeliling kita seperti:
1. Kita melihat sesuatu ketika bepergian ke tempat kerja seperti kenaikan harga BBM
2. Tetangga kita bercerita tentang sebuah skandal
3. Selebaran dari sebuah organisasi memperingatkan tentang ancaman lingkungan
4. Anggota keluarga yang bekerja di pemerintahan bercerita mengenai gugatan potensial
5. Keluhan melalui telepon atau surat ke redaksi mendorong untuk diliput karena menyangkut topik sensitif.
6. Seorang teman terkena penyakit yang belum pernah kita dengar.

Sumber berita tradisional
1. Kantor berita seperti AP, Reuters, AFP dan Antara (di Indonesia)
2. Surat kabar
3. Radio
4. Kompetitor
5. Beat calls
6. Scanners, artinya mendengarkan pembicaraan seperti polisi, pemadam kebakaran
7. Bocoran melalui telepon
8. Siaran pers
9. Jumpa pers
10.Video News Releases
11. Bidang liputan reporter

Breaking News

Mendapatkan berita besar merupakan impian setiap produser. Berita besar seperti kecelakaan pesawat, bencana alam


Roll Everything (Putar semuanya)

Ketika breaking news terjadi penonton akan mulai mencari liputan terbaik dan informasi terbaru. Oleh sebab itu penting stasiun televisi menayangkan cepat liputannya. Ketika beritanya penting untuk pemirsa hentikan program rutin. Jangan terhambat oleh keterbatasan. Kreatiflah. Jika kita membutuhkan SNG tetapi tidak punya di daerah tertentu menyewalah.

Team Coverage (Liputan tim)
Salah satu cara untuk meliput berita besar adalah melalui liputan tim. Ini berarti menugaskan reporter untuk meliput setiap aspek dari berita besar. Dengan mengerahkan satu tim ini menunjukkan komitmen untuk menggarap berita yang menjadi perhatian. Tim yang baik ini merupakan bagian dari alat promosi namun juga kerja jurnalisme yang baik.

Stay with the story
Berita besar akan menyita energi redaksi. Ketika setiap orang di redaksi lelah menggarap berita besar penonton malah sering ingin lebih banyak lagi liputan. Temukan angle baru dan berbeda. 

Covering disaster
Setiap redaksi perlu memiliki rancangan menghadapi liputan bencana. Rencana liputan bencana harus berisi mengenai daftar penugasan. Misalnya produser yang menangani buletin, staf yang mengendalikan control room terus menerus, staf yang bertindak antara desk, tape editing dan show producer srta menangani permintaan dari stasiun tv lain dan jaringan tv lain.
 
Sumber: Power Producer by Dow Smith(2002)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s