Liputan dalam satu tim

Peliputan di lapangan tidak hanya dilakukan secara individual tetapi juga dalam satu tim. Sebagai anggota satu tim maka cara kerja dalam liputan pun mengikuti apa yang sudah disepakati dalam satu tim itu. Kesepakatan dan perencanaan di atas kertas ini penting agar tidak terjadi tabrakan dan agar ada pembagian tugas yang efisien. Pembagian tugas dengan berdasarkan kerangka yang sudah disepakati ini penting saat terjun ke lapangan.

Beberapa contoh dalam liputan satu tim adalah liputan pemilu, liputan khusus, liputan kasus pengadilan atau liputan konflik di lapangan dan juga liputan olahraga. Event olahraga yang besar seperti olimpiade atau pesta olahraga Asia Tenggara memerlukan perencanaan yang terpadu, tidak hanya pembagian dalam meliput cabang olahraga tetapi juga untuk irama liputan secara menyeluruh sehingga tidak ada event yang terlewatkan.

1. Peliputan pemilu. Saat pemilu berlangsung apakah pemilihan anggota parlemen/DPR atau presiden, sangat penting untuk membentuk tim terlebih dahulu dan membebaskan tugas personal jurnalistik dari tugas-tugas rutin. Biasanya setiap individu membuat rencana liputan sesuai dengan spesialisasi kawasan atau topik kemudian dipadu dalam sebuah proposal utuh. Persiapan dengan memegang proposal secara utuh ini akan memudahkan kerja di lapangan dan memudahkan fokus liputan sehingga lebih berkualitas dan terpadu. Pengalaman meliput pemilihan anggota DPR dengan fokus liputan di Palu, Sulawesi Tengah kemudian dipadukan dengan liputan di Jakarta, Sulawesi utara dan daerah lain memudahkan pekerjaan di lapangan juga. Demikian juga liputan pemilu di luar negeri seperti Malaysia, Palestina dan Israel memudahkan kerja kelompok baik dua atau tiga orang.

2. Liputan konferensi besar seperti APEC atau ASEAN baik di Jakarta atau di luar negeri juga memiliki karakter sama untuk memudahkan kerja satu tim. Kembali fokus liputan, rangkaian peristiwa dan topik apa yang akan diangkat akan lebih memudahkan dalam penyajian dan penulisan berita nanti. Konferensi besar memiliki berbagai acara yang perlu dibagi-bagi tugas dan perlu dikaji ulang fokus liputannya. Saat peliputan pertemuan puncak APEC di Manila menunjukkan bahwa satu tim beranggotakan sekitar empat orang memerlukan koordinasi dalam penyajian topik mulai dari bidang politik, ekonomi sampai dengan feature ringan atau berita analisis.

3. Liputan peristiwa khusus. Handover Hongkong adalah salah satu contoh peristiwa besar di luar negeri yang memerlukan kerja sama satu tim. Tentu pembagian tugas meski liputan di satu kota adalah penting. Penyusunan laporan mulai dari event itu sendiri sampai dengan reaksi masyarakat kecil perlu direkam untuk dimasukkan dalam laporan besar. Biasanya dalam liputan besar seperti peristiwa politik dan ekonomi ini maka alokasi space di surat kabar atau media cetak atau alokasi di media elektronik diperlukan diskusi harian terlebih dahulu sebelum penulisan naskah akhir. Fokus laporan perlu disiapkan lebih baik karena semua media akan menyajikan hal yang sama. Dengan kata lain, peristiwanya sama namun jika memiliki daya pantau yang kuat juga akan memberikan nilai tambah dalam liputan akhirnya.

4. Pengalaman mengikuti konferensi perdamaian Timur Tengah di Madrid tahun 1991 menunjukkan bahwa konferensi yang diliput ribuan wartawan dan dialokasikan hanya beberapa wartawan dari seluruh dunia hadir, maka diperlukan teknik lain untuk menuliskannya. Dalam konferensi besar seperti itu biasanya media centre menyajikan kelengkapan mulai dari release sampai dengan liputan melalui televisi. Salah satu pengalaman ketika itu, adalah karena para pihak yang bertikai dalam konflik Timur Tengah ini baru pertama kali duduk dalam satu tempat dan ruangan, maka sikap tubuh dan raut muka serta posisi duduk menjadi berita tersendiri. Dan itulah kemudian yang keluar dalam laporan, bukan substansi perundingan karena semua tahu bahwa substansinya akan sulit terselesaikan. Itu pula yang menjadi bahan laporan dari sebuah koran internasional dimana posisi duduk dan raut muka peserta perundingan dari Palestina dan Israel itu menjadi bagian laporan menarik. Dengan menyimak posisi duduk ini juga bisa diketahui bagaimana diplomasi konferensi ini begitu sulitnya sehingga tawar menawar dari kedua untuk tempat konferensi juga sangat alot. Dalam konferensi internasional biasanya tempat duduk itu menentukan nilai dari sebuah delegasi, apakah cukup terhormat, disisihkan atau diberi tempat yang sentral.

Liputan dalam tim ini juga akan menguji lebih banyak kemampuan kita dalam bekerja sama yang sangat penting dalam kelangsungan sebuah liputan peristiwa besar. Tentu saja tidak terhindar perbedaan pendapat dan angle dalam penulisan dan pelaporan namun ini bagian dari dinamika sebuah tim.

Powered by Qumana

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s