Tips liputan konferensi ruang tertutup

Salah satu pengalaman menarik sebagai wartawan adalah meliput sidang tertutup. Awal pengalaman adalah ketika meliputi konferensi Kamboja mulai dari Jakarta, Thailand sampai membawa saja ke Paris, Perancis.

Di Jakarta, rekan senior saya di Kompas, Rumhardjono, James Luhulima dan Rene Patiradjawane melatih secara tidak langsung di lapangan bagaimana mendapatkan informasi berharga bahkan pernah mendapatkan dokumen yang hanya untuk para pejabat tinggi mengenai outcome atau hasil sidang itu.

Kita tahu pada tahun 1990-an, masalah Kamboja adalah tonggak diplomasi utama Indonesia sebagai sebuah negara yang stabil dan kuat. Uluran tangan Indonesia menyatukan beberapa faksi yang bertikai di Kamboja bekerja sama dengan Perancis sebagao co-chair istilahnya telah membawa Indonesia ke pentas diplomasi dunia.

Sidang politik antara Khmer Merah, Pangeran Ranaridh, Pemerintah Kamboja yang berkuasa dibawah Hun Sen dan beberapa faksi lainnya berjalan alot. Sepertinya tidak ada titik temu.

Maka mulai dari Mochtar Kusumaatmadja sampai Menlu Alatas dirancang berbagai diplomasi mulai dari Cockail Party sampai pertemuan informal.

Beberapa hal dalam liputan dengan agenda yang sangat alot dan mengalir cepat adalah:

1. Kuasai agenda pertemuan dan apa yang akan dicapai dari setiap pertemuan itu. Dengan membaca dokumen resmi dan dokumen dari pemberitaan serta ulasan, kita akan mengetahui sudah dimana dan akan kemana pertemuan itu. Atau setidaknya bisa mengetahui apa saja yang menjadi ganjalannya.

2. Nah untuk mengetahui apa yang masih mengganjal adalah dengan mengontak pakar masalah itu, pengamat internasional dan bahkan pejabat menengah yang bisa memberikan background – bukan untuk dimuat. Berbincang dengan pejabat Deplu untuk mengetahui background ini penting karena dalam pemberitaan kita akan tahu sebenarnya susunan masalahnya.

3. Kalau sempat memfoto copy draft agenda konferensi mungkin lebih baik. Ini bisa dicari di daput foto copy atau dari pejabat tertentu atau kadang-kadang ada anggota DPR yang ikut sidang, maka kita bisa kebaikannya untuk membuatkan foto copy tetapi bukan untuk diberitakan, sekali lagi untuk backgroundg. Tidak mungkin kita menyalin dokumen karena akan merupakan pelanggaran hukum.

4. Mencari dokumen ini harus senantasai dilakukan bila sidang tertutup. Dari sesama rekan wartawan juga boleh namun tentu saja menjalin hubungan pribadi dengan beberapa petinggi akan lebih baik lagi. Disinilah keunggulan kita dalam liputan sehingga tidak harus senantiasa mengejar-ngejar di depan umum apa yang keluar dari pernyataan para pelaku perundingan. Kita pegang saja ketua perundingan Indonesia atau Perancis.

5. Bagi wartawan asing, diplomat adalah sumber utama jalannya perundingan di dalam ruangan tertutup. Kadang-kadang ada sejumlah diplomat yang turut serta karena sebagai penyandang dana atau pengatur acara, maka wartawan asing sering mendapat akses dari duta besarnya yang memiliki akses ke ruang sidang. Ini juga sumber penting bagi liputan closed meeting.

6. Banyak wartawan hanya menunggu ketika meliput sidang tertutup. INi kesalahan besar. Meliput sidang yang tidak bisa diliput wartawan tidak berarti tidak tahu apa jalannya persidangan. Ada banyak jalan untuk mengetahui apa yang sedang diperdebatkan dan apa yang sedang menjadi isu utama.

Beberapa tips ini pernah dilakukan terutama di Jakarta ketika sidang masalah Kamboja sedang puncak-puncaknya. Beberapa ulasan singkat lainnya akan menyinggung ketika liputan di Pataya, Thailand selatan dimana tempat perundingan terisolasi jauh dari umum dan jarang wartawan Indonesia. Bagaimana pengalamananya ikuti dalam tulisan selanjutnya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s